Topic
Wed,14 August 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Tes Tertulis Honorer K2 Masih Manual

MASAMBA, FAJAR -- Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Luwu Utara menyatakan seleksi penerimaan CPNS untuk jalur Honorer Kategori Dua (K2) menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) berlangsung September. Pelaksanaan seleksi ini akan diikuti 2.250 orang honorer K2.

Kepala BKDD Luwu Utara, Jumail Mappile, mengatakan, jadwal tes kompetensi dasar akan berlangsung pekan keempat September. "Honorer diwajibkan mengikuti ujian tertulis,''ungkap Jumail kepada FAJAR di ruang kerjanya, Selasa 13 Agustus.

Setelah lulus ujian kompetensi dasar, sebut Jumail, para honorer K2 kembali harus mengikuti ujian kompetensi bidang. Ujian ini akan menentukan honorer tersebut cocoknya ditempatkan di bidang yang mana. Ia mencontohkan apabila ada guru honorer yang mengajar IPS sementara hanya punya kompetensi di bidang matematika, maka akan ditempatkan sebagai guru matematika. Demikian halnya bidang lainnya. 

Menurut Jumail, kuota honorer K2 yang diangkat menjadi CPNS di Luwu Utara hanya 30 persen. Itupun diangkat secara bertahap. Artinya, dari 2.230 orang honorer K2 yang ada, hanya sekitar 600 orang yang diangkat menjadi CPNS.

Presentase pengangkatan CPNS dari honorer K2 ini tahun 2013 sebanyak 15 persen dan tahun 2014 sebanyak 15 persen. Sistem tes tertulis untuk seleksi honorer K2 ini masih manual.

Jumail menjelaskan, honorer K2 hanya mengisi lembar jawaban komputer (LJK). "Kebijakan ini sudah ditetapkan pemerintah pusat saat rapat koordinasi bidang kepagaewaian di Jakarta pada Juli,''tutur alumni STPDN ini.

Mantan Camat Sabbang ini belum mengetahui akan dikemanakan sisa dari honorer K2 yang tidak lolos CPNS. Kemungkinan honorer K2 ini akan dikembalikan ke daerah. Hanya saja, APBD Luwu Utara ini sangat terbatas.(shd/yan)


banner