Topic
Tue,18 June 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Aksi di Toraja Lebih Tertib

MAKALE, FAJAR -- Aliansi Pemuda, Mahasiswa,  dan Rakyat menggelar demo di depan kantor DPRD Tana Toraja, Senin 17  Juni. Mereka menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Aksi tersebut berlangsung aman dan tertib. Mereka menggelar demo dari kantor UKI Toraja kemudian berjalan kaki  ke  kantor  DPRD Tana Toraja. 

Aksi tersebut dalam pengawalan pihak aparat Polres Tana Toraja. Di depan kantor DPRD, para pendemo selain melakukan orasi secara bergantian, juga bakar ban. Praktis, jalur di depan kantor daerah dialihkan.

Aksi penolakan kenaikan bahan bakar minyak tersebut dinilai tidak memberikan dampak yang baik terhadap jaminan kesejahteraan warga negara. Menurut mereka, alasan menaikkan bahan bakar minyak merupakan alasan pembenaran secara politis dan tidak memperhatikan aspirasi rakyat.

Demo tersebut merupakan seruan nasional penolakan kenaikan BBM. Mereka pun melontarkan pernyataan sikap.

"Kita akan menyampaikan apirasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak ini kepada DPRD," ungkap salah seorang pendemo dalam orasinya.

Pernyataan sikap yang mereka sampaikan tersebut antara lain, menolak kenaikan BBM dan menuntut pemerintah untuk membangun infrastruktur energi lain. Mereka juga menilai, bahwa kebijakan menaikkan BBM sarat dengan kepentingan politik.

"Kami meminta pemerintah untuk mencabut UU. No 22 tahun 2001 tentang migas serta bantuan langsung  sementara kepada masyarakat karena itu merupakan tindakan yang salah untuk kesejahteraan masyarakat," demikian pernyataan sikap tersebut.

Aksi tersebut didukung pula oleh organisasi mahasiswa di antaranya GMKI, PMKRI, Serikat Pemuda Toraja, BEM UKI Toraja, DPM UKI Toraja, dan SMF FKIP UKI Toraja. (fkt/bas)

banner