Topic
Fri,14 June 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Jalan Poros Wajo-Bone Terputus

SENGKANG, FAJAR -- Banjir yang merendam sebagian wilayah Kecamatan Pammana membuat arus jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Wajo dan Bone terputus. Ketinggian air di ruas jalan perbatasan Wajo dan Bone mencapai 1 meter. Jaraknya berkisar 200 meter, sepanjang jalan di Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana.

Kendaraan roda empat tujuan Kabupaten Bone terpaksa harus dialihkan dari Desa Lempa ke Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo, lalu masuk Kabupaten Soppeng hingga memasuki Kabupaten Wajo. Jika jarak tempuh dari Kota Sengkang lewat Pammana menuju perbatasan Bone hanya berkisar 12 kilometer, tapi karena arus jalan terputus, maka harus memutar dengan jarak tempuh sepanjang 40 kilometer.

Berbeda dengan kendaraan roda dua, terpaksa menggunakan rakit yang disediakan warga untuk menyeberang air setinggi 1 meter. Jaraknya 200 meter. Untuk pelajar, harus membayar Rp2000, sedangkan sepeda motor Rp5000 per kendaraan. 

Kondisi ini juga membuat masyarakat setempat ketibang rezeki. Salah seorang warga, Andi Iqbal yang melayani penyeberangan warga,  Kamis 13 Juni, mengaku sudah berada di tempat itu pukul sejak 05.00. Awal pagi harinya air hanya sampai selutut. Namun, setiap jam selalu bertambah. Bahkan, pengguna jalan masih ada yang sempat jalan kaki pada saat pagi harinya.

Selain menggunakan perahu kayu, ada juga yang merakit batang pisang dan ban besar empat buah yang dirakit untuk menyeberangkan kendaraan roda dua. Personel TNI Kodim 1406 turun membantu pengguna jalan menyeberang. Termasuk Personel Satlantas Polres Wajo juga ada.

Bukan hanya warga setempat yang ketibang rezeki, melainkan mobil penumpang dan becak.  motor. Mereka stanby di daerah perbatasan yang ramai penumpang. 

Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Andi Sunra mengatakan, pihaknya sengaja menutup jalan untuk roda empat di Desa Lempa yang berkisar 8 km dari daerah perbatasan, dan itu sudah  berkoordinasi dengan Polres Soppeng dan Polres Bone. Apalagi, kata dia, banyak pengguna jalan tujuan pelabuhan Bajo yang ingin melintas terpaksa dialihkan karena ruas jalan terputus.

Terpisah, Camat Pammana, Andi Ikhsan mengatakan, banjir di Pammana akibat luapan dua sungai  Kabupaten Bone, yakni sungai Pompanua yang berada di daerah perbatasan kedua daerah tersebut. Akibat banjir tersebut, ada 13 desa/kelurahan yang terendam , yakni Desa Lempa, Simpursia, Patila, Kelurahan Pammana, Kelurahan Cina, Desa Lapaukke, Desa Kampiri, Pallawarukka, Watampanua, Lagosi, Tadampalie, Abbanuangnge, dan Lampulung.

Umumnya yang terendam adalah persawahan dan tanaman palawija. Ada 1.344 hektare sawah yang rata-rata baru ditanami benih. Tanaman palawijaya yang terendam berkisar 117 hektare.

Untuk pemukiman warga, haya 8 desa yang tergenang, masing-masing: Desa Watampanua, Pallawarukka, Kampiri, Abbanuangne, Patila, Lampulung, Taddampalie, dan Lagosi. Ketinggian air antara 30 centimeter hingga 1 meter di kolom rumah warga. (lin/bas)

banner