Topic
Thu,30 May 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

RSUD Batara Guru Miliki 12 Dokter Ahli

BELOPA, FAJAR -- Tekad Pemerintah Kabupaten Luwu  untuk mewujudkan pelayanan kesehatan terbaik di jazirah utara Sulsel itu  akhirnya terwujud. Hal ini ditandai dengan peresmian tiga gedung baru berlantai tiga RSUD Batara Guru, Senin, 27 Mei lalu. Rumah sakit di Bumi Sawerigading itu kini menjadi salah satu rujukan pelayanan kesehatan terbaik di luar Makassar.

Komitmen besar itu berawal ketika Bupati Luwu, Andi Mudzakkar didaulat menjadi kepala daerah tahun 2009 lalu. Kemudian  mengangkat dr Suharkimin selaku Kepala RSUD Batara  Guru Belopa. Pada saat itu, Puskesmas Belopa yang berstatus plus ditingkatkan menjadi RSUD Batara Guru guna mewujudkan diri sebagai salah satu daerah dengan pelayanan kesehatan terbaik di Sulsel.
 
“Kalau sebelumnya kita pinjam dokter dari daerah tetangga, sekarang kita sudah memiliki 12 dokter ahli. Insya Allah, dalam waktu dekat ini akan masuk dokter ahli saraf dan THT,” beber dr Suharkimin.
 
Dalam mewujudkan pelayanan prima dan profesional ke masyarakat, pihak RSUD Batara Guru juga telah memberikan insentif untuk tenaga medis kategori dokter ahli senilai Rp7,5 juta per orang, mobil dinas dan rumah dinas sementara. Kemudian, melalui APBD Perubahan 2013, pemkab juga akan memberikan insentif bagia tenaga medis lainnya senilai satu bulan gaji.

“Khusus untuk gedung dan fasilitas medis, pemkab telah mendatangkan anggaran senilai Rp83 miliar. Tahun ini akan masuk lagi anggaran untuk penyempurnaan gedung tiga lantai sebesar Rp24 miliar. Anggaran ini untuk pengadaan mesin CT-SCAN serta mesin cuci darah. Jika ini semua terwujud, RSUD Batara Guru akan menjadi yang pertama di luar Makassar memiliki mesin kesehatan tercanggih,” sebut Suharkimin.

Menurut Suharkimin, seiring dengan adanya kesempurnaan gedung dan fasilitas medis itu, maka RSUD Batara Guru telah siap menjadi rumah sakit rujukan stroke, kencing manis dan fisioterapi.

“Sebenarnya kita sudah menjadi rujukan. Sebab, angka pasien sepanjang 2012 telah mencapai 74 ribu. Tahun-tahun sebelumnya hanya 15 ribu. Kebanyakan pasien yang kita layani juga Jamkesda dan Jamkesmas. Makanya, pemkab juga telah berkomitmen menambah anggaran kesehatan senilai Rp4,8 miliar tiap tahun agar pelayanan lebih baik lagi. Intinya, semua ini bisa terwujud dan akan lebih baik jika kita selalu bersama,” harapnya.
 
Bupati Luwu, Andi Mudzakkar sendiri mengakui bahwa dalam pemerintahan yang perlu dilakukan pemerintah untuk meletakkan dasar pemmbangunan harus berlandaskan kebutuhan dasar masyarakat. “Sandang, pangan, kesehatan dan pendidikan jika sudah terpenuhi dengan baik pasti tidak akan ada gejolak di masyarakat. Semua itu telah kita sempurnakan satu persatu,” ujar Mudzakkar.
 
Tokoh Masyarakat Belopa, Syaiful S menyebutkan bahwa masyarakat sangat bersyukur dengan kinerja dan kepedulian bupati selama ini. “Komitmen bupati sebelum dilantik untuk mewujudkan Kabupaten Luwu sebagai yang terbaik dan layak jual bagi daerah tetang kini sudah terbukti. Kami masyarakat akan selalu bersama mendukung program ke depan,” kata Syaiful. (hdy/yan)

banner