Topic
Wed,22 May 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

SRI Tingkatkan Produksi Pertanian

PAREPARE, FAJAR -- Peningkatan produksi pangan  menjadi skala prioritas bagi pemerintah kota (pemkot) Parepare. Salah satu caranya dengan memaksimalkan hasil produksi melalui pola tanam SRI (System of Rice Intensification).

Tidak dipungkiri, Parepare merupakan daerah di kawasan Ajatappareng yang memiliki sedikit areal persawahan. Namun,dengan pemilihan bibit unggul serta pola pertanian yang tepat, Parepare setiap tahun berhasil meningkatkan produksi padi.

Tercatat, produksi padi tahun ini meningkat menjadi 7 ton dalam setiap hektare. Sebelumnya, petani hanya mampu menghasilkan 5 ton per hektare.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian, Dinas PKPK Kota Parepare, Abdul Wahid, Selasa 21 Mei  mengungkapkan, musim tanam kali ini, pihaknya kembali menerapkan pola SRI untuk para petani.

Metode ini, kata Wahid, merupakan terobosan budidaya padi dengan mengubah pengelolaan tanah, tanaman, air serta unsur hara tanah. Tujuannya, untuk memudahkan peranakan padi. Dari yang tadinya hanya 1-7 rumpun menjadi 10-15 rumpun.

Pola SRI boleh dikata mengubah mindset petani. Bahwasanya, padi bukan tanaman air, melainkan tanaman yang butuh air.  

"Pola ini bisa disebut dengan pertanian padi hemat air, diupayakan air hanya tiga sentimeter dari permukaan tanah," terangnya.

Kelebihan lainnya dengan pola SRI, lanjut Wahid, adalah umur padi yang tadinya hingga 21 hari hanya 5 sampai 7 hari.

"Pola ini sekarang sudah diterapkan di 100 hektare lahan daerah Watang Bacukiki dan Lemoe," ungkapnya.

Di bagian lain, petani di wilayah Watang Bacukiki, Basir atau yang akrab disapa Basirah membenarkan bahwa ia mulai menggunakan pola SRI sekarang ini. Ia berharap dengan pola ini, produksi padinya semakin meningkat.

"Kami dengar dengan pola SRI ini akan lebih meningkatkan produksi dibanding cara lama yang kami gunakan," harapnya. (dni/yan)

banner