Topic
Sun,19 May 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

SPM Pendidikan Majene Dinilai DP Belum Terpenuhi

MAJENE, FAJAR -- Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Majene menilai isyarat PP nomor 65 tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi seluruh tingkatan sekolah di Majene belum terpenuhi.

Sebagimana dikemukakan sekretaris DP Majene, Jainuddin Sayadul, jika berpedoman data yang ada, pemenuhan SPM terhadap sarana dan prasarana di SD baru 50 persen. Sedangkan tingkat SMP 40 persen dan SMA serta SMK masing-masing baru mencapai 35 persen.

"Padahal, seharusnya Pemkab Majene melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dapat menjadikan PP tersebut sebagai salah satu referensi dalam merancang kebijakan terkait percepatan Majene sebagai kota pendidikan di Sulbar," ungkapnya, Minggu 19 Mei.

Bukan cuma itu, menurut Jainuddin, isi pembelajaran SPM di semua jenjang pendidikan juga memperoleh prosentase yang sama pada dua jenis SPM sebelumnya.

Dia menjelaskan, delapan masalah pokok pendidikan juga masih jauh dibawah standar. Seperti Rasio guru dengan murid, rasio rombel, rasio
prasarana bangunan lain, rasio buku, jam pembelajaran, minggu efektif, waktu pembelajaran per tahun, serta durasi waktu struktur kurikulum.

Persoalan tersebut, katanya, disebabkan oleh tidak adanya perhatian yang serius. Baik dari Pemkab dan DPRD terhadap analisa pemenuhan SPM. Laporan satuan pendidikan hanya bersifat rutinitas belaka tanpa adanya tindak lanjut dari pengambil kebijakan.

"Termasuk kurangnya manajemen pendidikan dari instansi teknis pendidikan, serta kurangnya kepekaan legislatif dalam merespon isu dan permasalahan di bidang pendidikan," kritiknya. (kdr)

banner