Topic
Fri,04 October 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

6 November, Ujian CPNS Sulbar

MAMUJU. FAJAR -- Badan Kepegawaian Daerah Sulbar memastikan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil jalur umum dilaksanakan pada 6 November - 26 November mendatang di Kantor Badan Kepegawaian Nasional Regional IV Makassar.

Kepastian itu diperoleh setelah BKN Pusat pada Selasa 1 Oktober lalu, mengeluarkan keputusannya. Kepala BKD Sulbar, Ansar Nur Hasanuddin menjelaskan, mengingat banyaknya peserta, ujian akan dilaksanakan selama 21 hari, mulai 6 November - 26 November. Ujian akan dibagi dalam dua periode. Periode pertama, 6 November - 9 November dan periode kedua, 17 November - 25 November.

"Jadi dalam pelaksanaannya ujian nanti, akan ada paralel ruangan. Karena saat ini di BKN Makassar hanya punya 50 komputer. Tapi kan ada tambahan komputer yang akan dibawa langsung dari sini, dan itu juga akan dipakai peserta ujian," ujar Ansar di ruang kerjanya, Kamis 3 Oktober.

Pada pelaksanaan ujian nanti, setiap harinya akan dibagi menjadi lima sesi. Kecuali Hari Jumat, hanya ada empat sesi. BKD Sulbar saat ini tengah menyusun jadwal yang disesuaikan dengan nomor kartu tes dan formasi peserta ujian yang mencapai 8.149 orang.

"Ini juga akan membantu kepada peserta agar tidak terlebih dahulu ke Makassar sebelum giliran mereka ujian," ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya meminta kepada semua pendaftar agar terus menghubungi BKD Sulbar untuk mengecek kapan gilirannya untuk menjalani ujian. "Satu atau dua hari sudah kita rampungkan jadwalnya. Peserta sudah bisa mengetahui kapan gilirannya," jelasnya.

Ansar juga meluruskan anggapan bahwa pelaksanaan ujian yang berhari-hari ini rawan kebocoran soal. Dia memastikan tidak akan ada soal bocor. Sebab materi ujian yang dihadapi peserta setiap harinya berbeda-beda.

"Jadi saya berpesan, jangan ada yang percaya kalau ada oknum yang menjanjikan bisa membantu," tuturnya.

Kepala Bidang Formasi Pengembangan dan Informasi Pegawai BKD Sulbar, Darwin Saleh menambahkan, dari 8.149 peserta ujian, lebih separuhnya didominasi tenaga kesehatan. Diantaranya bidan sebanyak 2.090 peserta dan perawat 3.398 peserta. Sedangkan untuk tenaga guru SLB sebanyak 238 peserta, tenaga teknis PU sebanyak 348 peserta. Adapun jumlah CPNS yang diterima Pemprov Sulbar sebanyak 138 orang.
   
K-2 Mamuju

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Mamuju belum memastikan kuota pengangkatan CPNS pada jalur honorer kategori 2. Keputusannya masih menunggu pemerintah pusat.

"Kami belum mengetahui berapa persen dari jumlah honorer K2 yang akan diterima," ujar Kepala BKDD Mamuju, Sahari Bulan, Selasa 1 Oktober.

Namun demikian, pihaknya sudah mengusulkan kuota CPNS berdasarkan analisis jabatan. "Apakah hanya 10 persen atau 30 persen (yang diterima), belum bisa kami pastikan," terangnya.

Jumlah honorer K-2 lingkup Pemkab Mamuju yang telah lulus uji publik mencapai 1.792 orang. Selanjutnya, BKDD Mamuju kembali mengusulkan honorer tambahan dari hasil sanggahan sebanyak 1.214 orang. Sehingga total honorer K-2 mencapai 3.006 orang. Dari keseluruhan jumlah honorer K2, terbanyak tenaga teknis atau administrasi 1.773 orang, tenaga pendidik 1.166 orang, tenaga kesehatan 16 orang, dan tenaga penyuluh 51 orang. (yat/aha)

banner