Home » Hukum

Kamis, 23 Februari 2012 | 12:53:30 WITA | 399 HITS
2.000 Transaksi Mencurigakan DPR
KPK Pastikan Tindaklanjuti Temuan PPATK

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menjanjikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap 2.000 transaksi mencurigakan milik anggota DPR. Namun tindaklanjut baru akan dilakukan setelah KPK menerima laporan data transaksi PPATK tersebut.
"Sementara ini saya belum tahu, apakah 2.000 laporan transaksi itu sudah masuk atau belum," ujarnya di Gedung DPR, Kamis (23/2/2012).
Busyro mengatakan bahwa KPK sudah menerima permintaan secara resmi dari lembaga pimpinan Muhammad Yusuf terkait transaksi mencurigakan itu. Namun permintaan belum menyertakan data-data transaksi, sehingga pihaknya belum bisa menindaklanjutinya.
Berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK, imbuhnya, transaksi mencurigakan milik 2.000-an anggota DPR belum bisa dikatakan melanggar hukum. Karenanya untuk memastikan apakah transaksi itu mengandung unsur pelanggaran hukum harus diselidiki terlebih dahulu data-datanya.
"Kalau sudah sampai (data transaksi), kami akan pelajari dulu. Namun tidak setiap temuan PPATK itu serta merta ada unsur perbuatan melanggar hukumnya, belum tentu," ucap Busyro.
Sebelumnya, Ketua PPATK Muhammad Yusuf dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menelusuri 2.000-an transaksi mencurigakan milik anggota DPR yang mayoritas pemiliknya adalah anggota Badan Anggaran (Banggar).
Ke-2.000 transaksi mencurigakan itu diberikan tanda coretan dengan stabilo hitam. Temuan dibacakan dalam rapat dengan komisi III. PPATK tidak menjelaskan secara detail transaksi siapa saja yang masuk di dalamnya itu. [mvi]

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...