![]() |
|
Home »
Makassar Hari Ini »
Peristiwa
Kamis, 23 Februari 2012 | 01:05:42 WITA | 1123 HITS Legislator Penerima Bansos Terungkap Pengembalian Capai Rp7,1 M, Ramai-ramai Membantah Anbas/Fajar
Grafis MAKASSAR, FAJAR -- Serapat-rapat kejaksaan menutup nama-nama anggota DPRD Sulsel yang telah mengembalikan dana bantuan sosial (Bansos) 2008, akhirnya terkuak juga.
Dari 163 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang disinyalir menerima dana tersebut, sebanyak Rp7,1 miliar sudah dikembalikan ke kas Pemprov Sulsel hingga 17 Februari 2012. Pengembalian itu langsung disaksikan Sekprov Andi Muallim dan Kabag Keuangan Pemprov Yushar Huduri.
Data yang dihimpun FAJAR, mereka yang mengembalikan dana itu antara lain, tercatat nama Burhanuddin B. Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Golkar ini disebutkan menggunakan nama lembaga Badan Pengkajian dan Pendidikan (BP2) Sulsel dengan nilai pengembalian Rp30 juta.
Selain itu, juga ada nama ketua DPRD HM Roem lewat Forum Advokasi Petani, Nelayan dan Lingkungan. Mantan bupati Sinjai ini tercatat mengembalikan dana sebesar Rp50 juta.
Nama yang disebut-sebut berkali-kali mengembalikan dan bansos adalah A Yaqkin Padjalangi. Politikus Partai Golkar ini tercatat menggunakan beberapa nama lembaga untuk menerima dana Bansos masing masing, Lembaga Studi Sulawesi Selatan, Lembaga Pena, Yayasan Pembangunan Ekononi dan Pembangunan Lingkungan Hidup Indonesia Pusat Sulsel, serta Lembaga Perempuan. Pengembalian dananya juga bervariasi, mulai Rp5 juta hingga Rp35 juta.
Bukan hanya itu. Sekretaris Partai Golkar, Pangerang Rahim juga mengembalikan dana yang sama melalui lembaga Local Center Character Building sebesar Rp50 juta.
Sedangkan, nama Adil Patu tercatat empat kali melakukan pengembalian dengan total dana Rp350 juta. Masing-masing dari Lembaga Pusat Informasi Pembangunan Masyarakat Indonesia Sulsel tiga kali pengembalian (masing masing Rp100 juta), dan Forum Pemuda Pengendalian Masyarakat Rp50 juta.
Di bagian lain, ada nama Andry S Bulu. Wakil ketua DPRD Sulsel ini mengembalikan dana bansos melalui Yayasan Benua Biru Indonsia Provinsi Sulsel sebesar Rp140 juta dan Yayasan Bina Usaha Mandiri Jaringan Masyarakat Cinta Damai sebesar Rp125 juta. Total dana yang dikembalikan politikus Partai Demokrat ini mencapai Rp265 juta. Selain itu, seorang perempuan bernama Hj Nurhayati dari Yayasan Lentera Bangsa mengembalikan dana sebesar Rp300 juta. Nama yang terakhir ini belum diketahui pasti, tapi lembaga tersebut disebutkan milik Ashabul Kahfi. Ketua DPD PAN Sulsel ini sebelumnya membantah telah mengembalikan dana seperti dilansir FAJAR. Bahkan, dia menyebut lembaga itu hanya dimanfaatkan oknum tertentu untuk merusak nama baiknya.
Ramai-ramai Membantah
Ketua DPRD Sulsel, HM Roem yang dihubungi malam tadi menegaskan sama sekali tidak melakukan pengembalian dana bansos ke pemprov. Menurutnya, ia memang tidak menerima dana bansos. "Maaf, saya tidak ada bansos," tegasnya.
Anggota DPRD Sulsel lainnya, Burhanuddin Baharuddin juga mengatakan hal sama. Ia menegaskan dirinya sama sekali tidak tahu menahu dengan munculnya nama lembaga yang dihubung-hubungkan dengannya dan telah melakukan pengembalian dana bansos.
"Saya tidak tahu. Mungkin yang menerima yang kembalikan karena disuruh kasih kembali karena lembaganya juga saya tidak tahu," kata Bur, sapaan akrab Burhanuddin.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andry Arief Bulu yang disebut-sebut mengembalikan dana bansos juga membantah. "Saya umrah sejak 8 Februari sampai 21 Februari, jadi saya tidak tahu. Siapa yang punya itu? Tidak ada pengembalian. Saya baru pulang umrah tadi malam (kemarin malam, red). Tidak ada. Tidak ada itu," kata Andry.
Menurutnya, tidak ada pengembalian dana bansos yang ia lakukan. "Yang jelas tidak ada begitu-begitu. Tidak pernah," katanya.
Sama dengan anggota dewan lainnya, Adil Patu yang juga disebut-sebut empat kali mengembalikan dana serupa juga dibantah. “Saya bersumpah. Tidak pernah saya mengembalikan dana seperti itu,” tandasnya.
A Yaqkin Padjalangi juga melakukan bantahan yang sama. Malam tadi, Yaqkin menelepon ke FAJAR dan menyebut tidak tahu soal dana seperti ini. “Saya ini bukan ketua yayasan dan semacamnya,” katanya.
FAJAR juga mencoba mengkonfirmasi ke pihak pemerintah provinsi. Hanya saja, Yushar Huduri yang disebut-sebut ikut menyaksikan pengembalian dana bansos tidak bisa dimintai konfirmasi.Yushar yang dihubungi lewat nomor telepon yang selama ini digunakan tidak mengangkat telepon selulernya. Beberapa kali FAJAR menghubunginya malam tadi, termasuk SMS yang dikirimkan juga tidak dibalas.
Sekprov Sulsel, HA Muallim juga demikian. Ia belum bisa dikonfirmasi malam tadi. Hanya saja, berbeda dengan Yushar yang HP-nya tetap aktif, telepon seluler Muallim memang tidak bisa tersambung.
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel Chaerul Amir yang dikonfirmasi tentang pengembalian dana Bansos yang sudah membengkak hingga Rp7,1 miliar, Rabu 22 Februari, mengaku belum tahu. "Saya belum tahu kalau ada lagi pengembalian dana Bansos. Yang saya tahu baru pengembalian senilai Rp1,1 miliar,'' katanya.
Namun, kata Aspidsus, kalau memang benar ada penambahan pengembalian dana bansos hingga mencapai Rp7,1 miliar berarti penyidikan kasus ini berhasil. “Memang tujuan utama penyidikan kasus ini agar kerugiaan negara bisa dikembalikan,” ujarnya.
Chaerul menegaskan, kalau pun ada pengembalian dana bansos, itu bukan berarti menghapus perbuatan pidana yang disangkakan kepada tersangka Anwar Beddu. "Proses penyidikan tetap jalan,'' tandasnya.
Apakah anggota dewan yang mengembalikan dana bansos tersebut bisa dijerat pasal 55, karena ikut serta dalam kasus tersebut? Aspidsus mengatakan, siapapun yang diduga terlibat dalam kasus ini akan tetap diperiksa.
"Kita belum bisa mengatakan si A atau Si B terlibat, karena sejauh ini kita belum melakukan pemeriksaan. Tapi intinya, semua pihak yang terkait akan kita periksa,'' tandasnya.
Sita Dokumen Bansos
Kejati Sulsel, Rabu 22 kemarin, sekitar pukul 10.00 melakukan penyitaan dokumen bansos di ruang Bendahara Pemprov Sulsel. Beberapa bundel dokumen seperti dokumen pengelolaan dana dan dokumen proposal yang diduga fiktif, cek, kuitansi, dan beberapa dokumen terkait dana Bansos ikut disita. Aspidsus Chaerul Amir memimpin langsung penyitaan dokumen tersebut.
Sementara itu, tersangka Anwar Beddu didampingi Tim Kuasa Hukum Asmaun Abbas SH, Hamka menyerahkan satu blok cek dana Bansos ke penyidik Kejati Sulsel. (*/sil) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 22 Mei 2012
SYL: Muttamar Terlalu Sering Peradilankan Golkar » 22 Mei 2012 Makassar Lewati Tahap I dan II » 22 Mei 2012 PBB-PBR Resmi Masuk Rumah Rakyat » 22 Mei 2012 Kuota Haji Khusus Hampir Penuh » 22 Mei 2012 Bikin Deg-degan Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
![]() |
|
FAJAR TV
NasionalSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 PolitikSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 HukumKamis, 17 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 EkonomiSabtu, 19 Mei 2012 Sabtu, 19 Mei 2012 Sabtu, 19 Mei 2012 Kamis, 17 Mei 2012 HiburanSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Minggu, 20 Mei 2012 Minggu, 20 Mei 2012 InternasionalSabtu, 19 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 |


JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...
JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...
JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...
JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...
JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...
JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...
JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...
JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...
JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...
JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...
JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...
JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...
BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...
INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...
MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...
LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...
PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...