Home » Nasional

Kamis, 23 Februari 2012 | 01:03:55 WITA | 934 HITS
Menpora "Amankan" Nazaruddin

JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali dihadirkan sebagai saksi dalam kasus suap wisma atlet di Pengadilan Tipikor. Kemarin, orang nomor satu di Kemenpora itu memberikan keterangan untuk terdakwa Muhammad Nazaruddin. Seperti diprediksi sebelumnya, keterangan Andi cenderung normatif bahkan mengamankan Nazaruddin yang juga koleganya di Partai Demokrat.
Sama seperti keterangan saksi-saksi sebelumnya, Andi Alifian lebih banyak mengaku tidak tahu banyak tentang terjadinya kong-kalikong antara anak buahnya- Sesmenpora Wafid Muharam dengan pihak-pihak swasta yang akhirnya menjerat Nazaruddin. “Saya sama sekali tidak mengenal Rosa dan di kementerian (Kemenpora) tidak mengenal dana talangan. Saya melaksanakan sesuai prosedur yang ada,” kata Andi Alifian di depan majelis hakim yang dipimpin Dharmawati Ningsih itu.
Pada awal sidang, sebenarnya Dharmawati langsung mencecar Andi Alifian dengan pertanyaan-pertanyaan yang “menggigit”. Bahkan, Dharmawati pun langsung mencecar soal pertemuan antara Nazaruddin, Ketua Komisi X DPR Mahyudin, Anggota Komisi X Angelina Sondakh di ruangan Andi Alifian pada Januari 2010.
Apa isi pembicaraan dan apakah pertemuan tersebut membahas proyek menjadi pertanyaan Dharmawati. “Kami sama sekali tidak membahas proyek. Mereka datang untuk mengucapkan selamat kepada saya karena telah terpilih jadi Menpora, selain itu mereka mengucapkan selamat karena Indonesia berhasil dalam SEA Games 2009 di Laos,” jawab Andi Alifian.
Andi Alifian pun merasa wajar dengan pertemuan itu lantaran para tamunya adalah para kader Partai Demokrat yang juga anggota Komisi X, dimana komisi tersebut merupakan mitra Kemenpora. Pertemuan tersebut juga merupakan pertemuan informal dan tidak terencana.
Tapi Andi Alifian sedikit kelagepan saat dicecar mengapa baru ada pertemuan untuk mengucapkan selamat padahal dirinya dilantik menjadi Menpora sejak Oktober 2009. Andi pun berkilah bahwa sejak dilantik dirinya sangat sibuk sehingga baru bisa menerima kedatangan Angie cs pada Januari 2010. “Dalam pertemuan itu saya memaparkan program-program Kemenpora, masalah PSSI, persiapan dan yang lainnya,” imbuhnya.
Andi juga mengelak saat itu dirinya memperkenalkan Wafid kepada peserta pertemuan. Menurutnya, Wafid sudah lama menjabat sesmenpora yang berarti sudah lama pula menjadi mitra kerja Komisi X.
Tak berhenti di situ, majelis lantas mencecar mengapa Nazaruddin yang merupakan anggota Komisi III juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. “Saya juga tidak tahu yang mulia kenapa terdakwa ikut hadir,”  kilahnya lagi.
Menurut Mahyudin, dalam pertemuan tersebut Nazaruddin dan Andi Alifian sempat membicarakan tentang sertifikat tanah Hambalang yang sudah selesai diurus Nazaruddin. Bahkan saat itu Andi mengucapkan terima kasih kepada Nazaruddin. Andi Alifian lantas mengaku bahwa sebenarnya dirinya mengetahui beresnya pengurusan sertifikat Hambalang dari Sesmenpora Wafid Muharam. Sertifikat tersebut sudah rampung pada 6 Januari 2010.
Pengurusan sertifikat Hambalang, kata Andi semuanya dilakukan oleh stafnya. Dia membantah ada campur tangan Nazaruddin dan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam penyelesaiannya. Kata, dia semua di urus melalui jalur yang benar.
Dia juga mengaku tidak mengetahui tentang perintah Anas kepada Ignatius Mulyono, anggota Komisi II untuk menelepon Kepala BPN Joyo Winoto agar menyelesaikan sertifikat Hambalang. “Saya tidak tahu itu,” imbuhnya.
Tak hanya pertemuan di ruangannya, Andi Alifian juga kembali dicecar soal pertemuan di Hotel Arcadia beberapa waktu setelah pertemuan pertama. Saat itu peserta yang hadir juga sama dengan pertemuan pertama.
Andi Alifian mengaku saat itu hadir terlambat. Jadi tidak banyak yang dibicarakan dengan dirinya. Dia juga tidak mengetahui apa alasan Nazaruddin kembali datang ke pertemuan itu. Yang jelas, tidak ada pembicaraan proyek dalam pertemuan tersebut, apali membahas tentang wisma atlet.
Pengelakan Andi itu lantas dimanfaatkan oleh pihak Nazaruddin. Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Nazaruddin pun langsung memberondong pertanyaan yang mengamankan kliennya.
“Apakah Nazaruddin pernah mengintervensi anda untuk mendapatkan proyek SEA Games? Apakah Nazaruddin pernah mengintervensi tempat penentuan sea games? Apakah Nazaruddin mengintervensi persiapan APBNP ini agar anggarannya gol?” cecar Hotman. “Tidak pernah,” jawab Andi Alifian. 
Tapi ternyata Hotman melontarkan pertanyaan yang menyudutkan Andi Alifian. Dia mempertanyakan harta kekayaan Choel Mallarangeng, adik kandung Andi Alifian. Hotman menanyakan mengapa Choel memiliki banyak mobil mewah. Apalagi Rosa pernah mengatakan bahwa dirinya pernah memberikan uang kepada Choel Rp20 miliar. “Saya tidak pernah memperhatikan mobil mewah Choel. Tapi setahu saya adik saya punya banyak usaha. Kalau untuk uang dari Rosa, dia pernah mengatakan mau dikasih, tapi ditolak,” ujarnya.
Hotman pun kembali memberondongnya. “Saudara saksi, apakah saudara mengetahui tahu bahwa Choel Mallarangeng telah membeli Ferrari type California warna merah di show room Pondok Indah?” Adik saudara saat itu membawa uang cash Rp6 miliar untuk membeli mobil itu. Padahal, seharusnya mobil itu untuk saya. Tapi karena adik Saudara membawa uang cash, saya kalah. Saya baru mendapatkannya dua bulan kemudianm," tanya Hotman.
Andi kembali mengatakan tidak pernah memperhatikan itu. Majelis hakim pun lantas memperingatkan Hotman lantaran pertanyaannya jauh dari pokok perkara suap wisma atlet. (jpnn/sil)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...