Home » Ekonomi dan Bisnis » Bisnis

Kamis, 23 Februari 2012 | 01:01:59 WITA | 571 HITS
Indosmelt Inves Rp5 T di Maros
Bangun Pabrik Pengolahan Tembaga

MAKASSAR, FAJAR -- Diam-diam pengusaha nasional asal Sulsel yang kini aktif sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Natsir Mansyur, melakukan investasi besar-besaran di daerah ini.
Investasi yang ditanamkan secara bertahap untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian produk mineral dan baru (smelter) itu, bernilai total sekira USD500 juta, atau setara Rp5 triliun.
Informasi itu diperoleh FAJAR Rabu, 22 Februari, setelah pemerintah mengumumkan 10 proyek fasilitas smelter yang harus segera beroperasi secara komersial pada 2014. Salah satunya adalah perusahaan domestik, PT Indosmelt, yang didirikan Natsir menggandeng investor asal Australia, Aussmelt.
Data yang diperoleh menyebutkan, pabrik Indosmelt diharapkan dapat menghasilkan 100 ribu ton catoda tembaga dan 200 ribu ton terak tembaga. Dengan kapasitas itu dibutuhkan kondensat (bahan baku) berupa konsentrat tembaga sebanyak 350 ribu ton, yang diharapkan dipasok dari PT Freeport Indonesia. Pengolahan akan menghasilkan lempengan tembaga yang menjadi bahan baku untuk industri elektronik, kawat, kabel, dan besi.
Chief Executive Officer (CEO) Indosmelt, Natsir Mansyur yang dihubungi malam tadi, belum bisa memberikan informasi yang banyak. Pasalnya saat dihubungi via ponsel, ia baru saja tiba di Jakarta dari perjalanan ibadah umrah.
Meski demikian ia membenarkan kalau pihaknya segera membangun pabrik pengolahan tembaga di atas lahan 100 hektare di Kabupaten Maros, dengan menggandeng Aussmelt, investor asal Australia yang juga telah bersedia mengembangkan teknologi peleburan di pabrik baru tersebut.
Pengusaha yang dikenal juga sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) ini juga mengaku tidak menggemborkan-gemborkan investasinya itu, karena pembangunan konstruksinya sendiri masih membutuhkan waktu sekira tiga tahun sebelum resmi beroperasi mulai awal 2014 sesuai harapan pemerintah. "Kami akan menggunakan teknologi peleburan dari Australia, sementara untuk pemanasan menggunakan teknologi Swiss dan Jepang," katanya.
Aci, sapaan akrab Natsir mengaku membangun pabrik itu karena prihatin kondisi konsentrat tembaga yang dihasilkan di dalam negeri kemudian diekspor mentah, sehingga nilai tambahnya sangat sedikit terhadap perekonomian bangsa ini.
"Kalau diolah di sini, kan banyak nilai tambahnya. Selain akan mensubstitusi impor, juga tentu akan terjadi penyerapan tenaga kerja baru," ujarnya lalu menyebutkan bahwa pihaknya telah memperoleh surat dukungan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dari Kementerian Perindustrian.
Indosmelt juga, katanya, telah menjajaki bahan baku dari Freeport. Hasil buangan (ampas, red) dari smelter itu akan menjadi bahan penting untuk sejumlah pabrik semen yang beroperasi dalam negeri.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerba), Soemarno Witoro Soelarno beberapa waktu lalu mengungkapkan, perusahaan yang sudah merencanakan membangun smelter di antaranya PT Aneka Tambang (Antam) dan Nusantara Smelting dengan total investasi USD4,089 miliar. Bahkan Antam sudah mengajukan izin pembangunan tiga smelter sekaligus.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Armando Mahler, di Jakarta beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya menunggu perundingan bisnis Indosmelt dan Nusantara Smelting, dan apabila kedua pabrik itu terealisasi maka Freeport akan mengkaji studi kelayakan kemungkinan kontrak pasokan konsentrat tembaga. (*/fis)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...