Home » Hukum

Selasa, 21 Februari 2012 | 11:26:11 WITA | 406 HITS
Transaksi Anggota Banggar DPR Mencurigakan

LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kali ini bikin heboh. Pada halaman 20 dan 21 laporan yang disampaikan di depan Komisi III DPR kemarin itu, PPATK menyebut terdapat 86.264 laporan transaksi keuangan mencurigakan.
Hingga Januari tahun ini, berdasarkan profil terlapor, ada yang melibatkan pejabat pemerintahan seperti 2 menteri, 707 menyangkut pegawai negeri sipil (PNS), 89 menyangkut anggota Polri, 12 jaksa, 17 hakim, 1 KPK, dan 65 legislatif.
Di bagian bawah halaman 21 itu terdapat kalimat yang dicoret/diblok dengan tinta warna hitam. Jika diterawang, tulisan akan terbaca dengan jelas. Bunyinya, 'Saat ini PPATK sedang melakukan proses analisis lebih dari 2.000 laporan terkait dengan anggota DPR, di mana mayoritas transaksi dilakukan oleh Badan Anggaran DPR'.
Ketua Komisi III Benny K Harman langsung mempertanyakan alasan PPATK mencoret kalimat tersebut. "Kenapa anggota dewan yang ditulis dan mayoritas anggota badan anggaran (banggar) dihapus? Kenapa dihapus setengah-setengah dan apakah ada tekanan?" ujar Benny dengan nada tinggi sehingga seluruh peserta rapat terdiam.
Kepala PPATK Muhammad Yusuf menjelaskan tidak ada tekanan untuk mencoret kalimat itu. ”Tidak ada tekanan dari mana pun dan jika ada, saya tidak takut. Kami bekerja menurut undang-undang. Kami selalu transparan. Kalimat itu dicoret karena masih dalam proses analisis dan kebetulan melibatkan banggar. Selain itu, kalimat itu juga tidak sesuai dengan pertanyaan, yaitu adanya rekening gendut di kementerian dan lembaga lainnya. Nanti kalau sudah ada hasilnya, akan kami umumkan."
Mengenai isinya, menurut Yusuf, 2.000 laporan itu menyimpang dari prosedur karena ada transaksi keuangan mencurigakan di anggota DPR, khususnya banggar. "Tapi berdasarkan temuan hingga sekarang, tidak ada indikasi pidana."
Benny meminta agar PPATK tidak memublikasikan informasi yang belum tuntas seperti itu. "Jangan sampaikan keterangan yang tidak tuntas kepada publik karena akan menimbulkan kegaduhan. Harus secara lengkap dan komprehensif karena saat ini ada rasa ketidakpercayaan publik terhadap DPR dan keterangan ini akan menyebabkan semakin terpuruknya lembaga dewan."
Anggota Komisi III lainnya, Ahmad Yani, tak kalah geramnya. Yani mengaku sudah mengingatkan PPATK berkali-kali untuk membuat laporan yang matang, utuh, dan tuntas.
Koreksi KPK
Ketika mendapati salah seorang pejabat KPK disebut PPATK, juru bicara KPK Johan Budi langsung angkat bicara. Kebetulan pejabat KPK itu ialah bendahara. Johan menjelaskan transaksi sekitar Rp300 juta yang dilakukan bendahara semata karena menjalankan tugas. "Sesuai dengan tugasnya menukarkan uang rupiah ke dolar untuk keperluan Kantor KPK, misalnya untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...