Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Senin, 20 Februari 2012 | 19:38:23 WITA | 1648 HITS
Honorer Bisa Diangkat Jadi CPNS
Murni: Honorer K2 Setelah K1

MAKASSAR, FAJAR -- Ada kabar gembira bagi honorer di Sulsel. Selain honorer kategori I atau yang dibiayai APBN dan APBD, honorer kategori 2 (yang tidak dibiayai APBN dan APBD) juga bisa terangkat tahun ini. Khusus K2, mereka bisa terangkat jika K1 selesai pengangkatannya Maret atau paling lambat April.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Andi Murni Amien Situru, kepada FAJAR kemarin mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Kementerian Pendayagunaa Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) membahas soal pengangkatan CPNS di 2012.
"K1 itu PP-nya akan turun Maret, paling lambat April. Jadi tetap ada. K2 pun juga bisa. Setelah selesai K1, K2 juga kita angkat," kata Murni.
Untuk K1 di lingkup pemprov Sulsel sebanyak 265 orang. Hanya saja, 14 orang dinyatakan gugur setelah dilakukan evaluasi. Makanya yang akan terangkat menjadi CPNS hanya 251 orang.
"Kalau K2 kalau tidak salah ada 1.265 orang. Intinya, K2 (terangkat CPNS) setelah selesai K1. K1 keluar Maret atau paling lambat April. Itu disampaikan Deputi pengembangan SDM. Hanya saja, K2 belum dilakukan evaluasi. K1 saja yang bermasalah, termasuk di kabupaten kota akan dievaluasi ulang," katanya.
Terkait perekrutan CPNS lewat seleksi, Murni mengatakan juga sudah ada petunjuk pusat. Hanya saja, harus dilakukan analisis kebutuhan, daftar urut kepangkatan, serta analisis beban kerja. Untuk pengangkatan CPNS lewat jalur umum ini, hanya memungkinkan untuk tenaga perawat, guru dan sipir penjara. Pemprov sendiri hanya bisa menyeleksi tenaga medis. Sedangkan guru bisa lewat kabupaten dan kota. Itu sepanjang pembayaran gajinya tidak melebihi 50 persen.
"Kita harus bikin analisis kebutuhan dan beban kerja lalu kita usulkan berapa untuk gajinya mereka. Kemudian kita usul uraian kerjanya. Itu harus diselesaikan sampai Juni. Jadi setelah kita hitung analisis kebutuhan, daftar urut kepangkatan kemudian analisis beban kerja, kita bisa usul dan dimasukkan Juni 2012. Kalau ini berjalan lancar, seleksi bisa dilakukan November atau Desember 2012," katanya.
Saat ini sendiri, proses analisis masih sementara berjalan. Pemerintah daerah kata Murni sementara melakukan penghitungan. Baik untuk analisis kebutuhan 2012 maupun untuk 2013.
"Untuk penerimaan pegawai 2013, itu baru bisa dilakukan setelah kita menyelesaikan 7 poin syarat. Itu
kita akan bikin Desember 2012 untuk penerimaan 2013," katanya. 
Sekadar diketahui, tujuh hal yang harus dilaporkan daerah untuk bisa melakukan seleksi CPNS di antaranya harus ada laporan perhitungan kebutuhan pegawai, uraian jabatan, laporan analisis dan beban kerja, peta jabatan, daftar urutan kepangkatan, serta laporan redistribusi berdasarkan disiplin ilmu.
Dalam pertemuan dengan Kemenpan, Murni juga telah mendapat penjelasan mengenai mekanisme ujian seleksi.
"Untuk penerimaan pegawai sudah dilakukan MoU antara Kemenpan dengan 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Jadi bukan kita mengusul PTN. Untuk Sulsel, saya belum tahu. Yang jelas ada 10 PTN yang melakukan MoU dengan Kemenpan," katanya.
Sebelumnya, Sekprov Sulsel, HA Muallim mengatakan belum bisa memastikan apakah ada seleksi CPNS tahun ini atau tidak. "Seleksi CPNS, saya tidak tahu. Kita sejak awal sudah siap, tapi kan ada moratorium. Katanya minta dimoratorium dulu untuk melihat kebutuhan berapa di provinsi dan berapa di kabupaten, lalu apa itu yang dibutuhkan baru dianalisis dan secara nasional dibuatkan peraturan pemerintah untuk prosedur penerimaannya kembali. Saya kira juga sambil menunggu rancangan UU tentang aparatur sipil negara yang sangat reformatif itu," kata Muallim. (amr/pap)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...