Home » Hukum

Sabtu, 18 Februari 2012 | 13:15:45 WITA | 412 HITS
Antusias Bicara Seni, Seantusias Bicara Keuangan & Perbankan
Keseharian Miranda Swaray Goeltom, Tersangka Kasus Suap Deputi Senior Gubernur BI

Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini. Terlebih setelah komisi pemberantasan korupsi (KPK) menetapkan mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia itu sebagai tersangka pada kasus dugaan suap cek perjalanan pemilihan Deputi Senior Gubernur BI 2004 silam. Seperti apa hari-harinya setelah ditetapkan sebagai tersangka? NELLY SITUMORANG, Jakarta.
Penampilan yang selalu modis menjadi ciri khas Miranda Swaray Gultom jika tampil di depan publik. Demikian pula saat menghadiri acara serah terima jabatan Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) periode 2006 - 2011. Yang dia serahkan ke penggantinya Titik Soeharto di Jalan Salak 24 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).
Miranda tampil dengan warna senada mulai dari tatanan rambut, warna pakaian hingga ke sepatu yang selaras dan warna menyolok. Dengan balutan sakdress warna biru dan sepatu warna senada, membuat wanita berdarah Batak itu tampil elegan. Ditambah balutan selendang motif coklat dan pin coklat muda melengkapi penampilannya.
Yang membuat penampilan berbeda dari Miranda saat ini adalah keengganannya untuk berbicara dengan wartawan. Mungkin kasus dugaan suap yang membelitnya membuat perempuan berdarah Batak ini memilih menghindari wartawan. Saat acara serah terima ketua umum YSRI kemarin, dia hanya bersedia berbicara di podium saat memberi sambutan.
Itu pun hanya berkisar pada yayasan yang dia pimpin selama lima tahun tersebut. Selebihnya dia berbicara tentang seni dan hobi. Jika diajak berbicara tentang kasus hukum yang membelitnya, dia memilih menghindar dan menolak mnelanjutkan perbincangan. Dalam sambutannya di acara serah terima jabatan tersebut, Miranda mengaku merasa lega melepas jabatan Ketua Umum YSRI.
Di ujung masa kepengurusannya, YSRI pada akhirnya mempunyai "rumah sendiri" atau kantor resmi. Karena sebelumnya selama 18 tahun YSRI numpang dan menyewa kantor di beberapa tempat, antara lain Sekretariat at ASEAN dan Galeri Nasional Indonesia. "Saya merasa lega sekali," ungkapnya. Keberadaan kantor YSRI juga menjadi pembahasan yang tak kalah penting pada akhir kepemimpinannya.
"Jangan salah, uang yang dipakai membangun gedung YSRI halal loh. Dikumpulkan dari sedikit demi sedikit sejak tahun pertama yayasan itu berdiri, melalui berbagai kegiatan pameran, lelang, dan kegiatan pengumpulan dana lewat berbagai even," katanya. Lebih jauh dia mengatakan, pengumpulan dana untuk pembangunan gedung itu sudah dimulai jauh sebelum Miranda bergabung. Untuk ketua baru, ia pesan agar kegiatan kompetisi seni lukis remaja nasional yang ia galakkan semasa jabatannya agar diteruskan.
Karena even tersebut sangat efektif untuk menjaring pelukis-pelukis muda dari berbagai pelosok tanah air. "Even itu sudah menjadi agenda para pelajar di Indonesia yang menyukai seni rupa. Sekaligus untuk menjaring tunas-tunas perupa muda yang teresebar di berbagai daerah," lanjutnya. Perempuan kelahiran 19 Juni 1949 di Jakarta ini mengaku sangat tertarik dan senang dengan dunia seni.
Bahkan, untuk bicara soal seni sama menariknya dengan membicarakan keuangan dan perbankan. Bagi Miranda, dunia kesenian tak bisa dipisahkan dengan dirinya, meskipun ia bukan seorang seniman. Peraih gelar gelar Master dan Ph.D dari Boston University, USA, ini hanya seorang apresiator yang bisa bicara dan sangat fasih dalam membeberkan tentang dunia seni, terlebih seni rupa.
Bahkan diakuinya, bisa berjam-jam kalau sudah menyinggung soal seni. Tidak hanya seni rupa tapi juga musik dan kria. Kecintaannya pada seni itulah yang tercermin dari bagaimana ia tampil di kalangan sosialita. Mulai dari rambutnya dicat merah, ungu, biru, lalu bajunya dengan gaya yang macem-macem. Lalu makeup-nya yang mengikuti perkembangan mutakhir dan minyak wanginya harum khas.
Sehingga, bisa mengetahui kalau Miranda ada bisa diketahui lewat bau wanginya. Selain mengekspresikan seni lewat penampilannya, di rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia juga mengoleksi berbagai lukisan old master hingga kontemporer. Dari masing-masing koleksinya, ia tahu betul siapa seniman yang menciptanya dan tahu juga kenapa ia tertarik untuk mengoleksinya.
Jumlahnya diakuinya cukub banyak. Tidak saja lukisan, Miranda mengaku senang mengoleksi berbagai benda yang memiliki nilai seni, seperti keramik dan banyak lagi. Bahkan saking maniak dengan keramik, Miranda memiliki museum keramik. "Senang dengan seni sudah sangat lama,'' ucap wanita kelahiran Jakarta 19 Juni 1949 tersebut. Akhir-akhir ini, dunia senilah yang menyita waktunya kala karir di Bank Indonesia telah usai.
Wanita 62 tahun tegabung dalam tiga yayasan kesenian yayasan Himpunan Keramik Indonesia sejak 1980-an. Dia memiliki koleksi keramik dari berbagai abad. Selain itu, ibu dua anak itu juga tergabung dalam kelompok pemusik klasik, Nusantara Symphony Orchestra. Miranda bergabung dengan orkestra ini karena kecintaannya pada musik klasik dan dia sedikit banyak menguasai permainan piano.
Meski dia mengaku tidak pernah menekuni seperti para pianis profesional, akan tetapi pernah belajar dan bisa membawakan beberapa lagu kesukaannya. "Nggak hebat sih, tapi sedikit-sedikit membawakan lagu kesukaan saya bisa," katanya merendah. Menurutnya, kebanggaan yang tak dilupakan dari seni rupa kala dia pernah mengikuti pameran lukisan dunia. Mulai dari Pameran Seni Lukis Kontemporer Indonesia di Moskow, Rusia.
Lalu pameran Seni Lukis Modern Indonesia di Madrid, Spanyol, di Beijing dan Shanghai, pameran Seni Rupa Dua Dimensional di Berlin, Jerman. Sehingga, kala tak lagi menjadi pejabat di negeri ini, Miranda tetap memiliki segudang kesibukan yang terus menyita waktunya. Ketika ditanya, apakah setelah tidak menjabat Ketua Umum YSRI, Miranda akan meninggalkan dunia seni rupa? "Ya nggak lah," jawab Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Terkait statusnya yang kini menjadi tersangka, apakah dia tidak sedih jika suatu saat harus berpisah dari hobiu-hobinya tersebut jika pengadilan memutusnya bersalah? Menghadapi pertanyaan tersebut, raut muka Miranda langsung berubah. "Sebagai warga negara yang baik saya akan ikuti proses semua. Saya juga tidak akan menghindar dari pertanyaan rekan-rekan wartawan, selagi pertanyaan itu bisa saya jawab,'' tandasnya kemudian berlalu pergi.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...