![]() |
|
Home »
Ekonomi dan Bisnis »
Bisnis
Jumat, 17 Februari 2012 | 14:05:14 WITA | 440 HITS Cetak Perusahaan Pelat Merah Berkelas Dunia Emil Abeng: Program Restrukturisasi Harus Dipacu Emil Abeng Anggota Komisi VI DPR Emil Abeng yang menghadiri peresmian pasar percontohan Patalassang, Kabupaten Takalar, kemarin, mengatakan, rightsizing harus memiliki orientasi yang besar. "Kita harus lahirkan BUMN yang diperhitungkan secara internasional. Kita lihat Malaysia dan Singapura yang berhasil membangun BUMN berkelas dunia, padahal mereka awalnya mengambil roadmap BUMN kita," jelas Emil. Untuk mencapai target world class companies, harus menjalankan program rightsizing dengan cepat. "Program perampingan masih berjalan lamban meskipun rencana-rencana holding BUMN sejenis sudah direncanakan," kata anggota Panja Daya Saing DPR ini. Menurut dia, pendirian holding BUMN sejenis perlu dilakukan dengan cepat. Rightsizing yang akan dilakukan sesuai rencana, yakni BUMN di perkebunan, yaitu 15 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dirampingkan menjadi satu BUMN. Kemudian, ada enam perusahaan di sektor kehutanan menjadi satu perusahaan. Selain itu, Emil mengusulkan agar BUMN tambang juga gabungkan menjadi satu, begitu juga perusahaan energi dan perhubungan. "Ini harus dipercepat sehingga kita nanti memiliki BUMN perkebunan, kehutanan, tambang, energi, dan perhubungan terbesar. Sehingga BUMN ini lebih mandiri, tidak lagi semata-mata mengharapkan injeksi dari APBN setiap tahun," tuturnya. Emil menyebutkan, saat ini, masih terdapat sekira 140 BUMN. Di antara BUMN tersebut sebagian besar memiliki core bisnis yang hampir sama dan berpotensi untuk digabungkan. "Kalau pemerintah cermat melakukan penggabungan BUMN, maka tahun ini bisa berkurang hingga 40 unit, kemudian tahun berikutnya 20 unit sehingga tersisa 80 BUMN," jelasnya. Menurut Emil, jika melihat bisnis yang digeluti BUMN saat ini, idealnya hanya 40 BUMN. "Bagi saya, kita tidak perlu jumlahnya banyak, 40 sudah cukup yang penting bisa masuk world class companies," tukas Emil, anggota Fraksi Pargai Golkar DPR asal pemilihan Sulsel I. Sebelumnya Meneg BUMN Dahlan Iskan, mengatakan, jika penggabungan PTPN yang jumlahnya 15 perusahaan ditambah enam perusahaan BUMN maka jumlah perusahaan pelat merah akan berkurang 19 unit. Mungkin ada lagi perusahaan lain, sehingga jumlah perusahaan yang berkurang 20-an," tegasnya. Sementara Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam rapat terbatas dengan Presiden SBY membahas masalah rightsizing (perampingan), penawaran saham perdana (IPO), dan rights issue (penjualan saham dengan metode hak memesan efek terlebih dahulu) oleh sejumlah BUMN. Menurut Hatta dalam rapat itu, Presiden memberi arahan rightsizing itu harus dilakukan dengan hat-hati, bertahap agar benar-benar siap, tidak harus terpaku pada pembentukan holding, merger, atau akuisisi. "Bisa pilih mana yang terbaik," ujar Hatta. Menyikapi sikap dan rahan Presiden, Emil mengatakan, pemerintah sejak dulu sangat lamban. "Saya pikir arahan Pak SBY (Presiden RI, red) sangat normatif. Seharusnya ada pemikiran baru untuk mempercepat program restrukturisasi BUMN melalui rightsizing, penawaran saham perdana (IPO), dan rights issue (penjualan saham dengan metode hak memesan efek terlebih dahulu) oleh sejumlah BUMN," kata Emil. (*/upi) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 22 Mei 2012
SYL: Muttamar Terlalu Sering Peradilankan Golkar » 22 Mei 2012 Makassar Lewati Tahap I dan II » 22 Mei 2012 PBB-PBR Resmi Masuk Rumah Rakyat » 22 Mei 2012 Kuota Haji Khusus Hampir Penuh » 22 Mei 2012 Bikin Deg-degan Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
![]() |
|
FAJAR TV
NasionalSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 PolitikSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 HukumKamis, 17 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 EkonomiSabtu, 19 Mei 2012 Sabtu, 19 Mei 2012 Sabtu, 19 Mei 2012 Kamis, 17 Mei 2012 HiburanSenin, 21 Mei 2012 Senin, 21 Mei 2012 Minggu, 20 Mei 2012 Minggu, 20 Mei 2012 InternasionalSabtu, 19 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 Jumat, 18 Mei 2012 |


JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...
JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...
JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...
JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...
JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...
JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...
JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...
JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...
JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...
JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...
JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...
JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...
BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...
INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...
MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...
LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...
PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...