Home » Local News » Sulbar

Jumat, 17 Februari 2012 | 10:06:50 WITA | 646 HITS
Mendagri Tunggu Fatwa MA
Terkait Kasus Mantan Bupati Mamasa

JAKARTA, FAJAR -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, belum bisa bersikap terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan peninjauan kembali (PK) mantan Bupati Mamasa, Obednego Depparinding. Gamawan via Short Message Service (SMS) kepada FAJAR, Kamis, 16 Februari mengungkapkan, pihaknya masih menunggu fatwa dari Mahkama Agung (MA).
Gamawan mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke MA, untuk meminta fatwa tertanggal 6 Februari 2012 lalu. Dia mengaku sangat berhati-hati dalam bersikap, karena ini akan menjadi yurisprudensi, dan menjadi acuan daerah lain seluruh Indonesia jika terjadi kasus yang sama. Gamawan juga sudah melaporkan kasus Obednego ke Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan arahan Presiden, sama, yakni menunggu fatwa dari MA.
Putusan MA tersebut, juga sempat memusingkan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Sehingga, 13 Februari lalu, Anwar datang langsung menghadap ke Mendagri di kantornya. Dalam pertemuan yang berlangsung singkat di Kantor Kemdagri, Anwar diminta bersabar.
Kepada Anwar, Gamawan juga mengungkapkan, dirinya juga akan mengkonsultasikan dengan Menkopolhukam, juga Mensesneg. Koordinasi tersebut penting untuk mencegah dampak buruk dari masalah ini. Anwar sendiri mengaku siap mengamankan apapun keputusan dari Mendagri nantinya.
"Beliau juga akan mengundang pakar untuk menerjemahkan amar putusan MA tersebut. Dampaknya ini kan ke seluruh Indonesia. Ini akan menjadi yurisprudensi," ujar Anwar, 13 Februari lalu.
Anwar Adnan Saleh mengganti Obed dari posisinya sebagai Bupati Mamasa, karena sudah menyandang status terpidana waktu itu. Namun, Obed melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali terkait kasus dugaan korupsi yang menderanya. Upaya PK Obed membuahkan hasil, MA memenangkan mantan Bupati Mamasa itu. Dalam amar putusannya, MA meminta seluruh hak-hak Obed dikembalikan, juga nama baiknya direhabilitasi. (asw)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Empat gubernur se-Kalimantan akan mengadukan...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Anggota DPR RI khawatir, revisi...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sebelas hari sudah tim gabungan...

Politik

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan,...

Senin, 21 Mei 2012 JAKARTA -- Suhardi Duka (SDK) dinilai memiliki peluang...

Senin, 21 Mei 2012 GOWA, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel Ilham Arief...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia...

Sabtu, 19 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah pusat menyetujui kuota ekspor...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Hiburan

Senin, 21 Mei 2012 BRISBANE -- Penyanyi utama grup legendaris Bee Gees, Robin...

Senin, 21 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Wanted 2012 akhirnya mendapatkan jawara...

Minggu, 20 Mei 2012 INGGRIS, FAJAR -- Teen Choice Awards 2012 akan diadakan 22...

Minggu, 20 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Band papan atas Indonesia, D-Masiv...

Internasional

Sabtu, 19 Mei 2012 WASHINGTON, FAJAR -- Langkah Barack Obama untuk kembali...

Jumat, 18 Mei 2012 LEBANON -- Tim Unit Video UNIFIL (United Nations Interim...

Jumat, 18 Mei 2012 DEN HAAG -- Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas...

Jumat, 18 Mei 2012 PARIS, FAJAR -- Persoalan ekonomi yang membelit Eropa...