Home » Politik

Selasa, 07 Februari 2012 | 10:38:15 WITA | 340 HITS
Golkar Fokus Raih 30 Persen Suara Nasional

JAKARTA – Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait dukungan dan kepercayaan publik yang menempatkan Partai Golkar di posisi utama (18.9 persen), meninggalkan Demokrat dan PDIP, sepertinya akan menjadi tanggung jawab besar bagi semua kader partai beringin.
Pasalnya, pencapaian tersebut harus diikuti oleh kerja keras dan aktualisasi program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Demikian dikatakan Ketua DPP Golkar Ade Komarudin kepada INDOPOS (Grup JPNN), terkait hasil survey tersebut.
Menurut dirinya survei merupakan cerminan publik dalam menilai partai politik. Saya percaya dengan hasil itu karena sebuah survei memiliki pertanggungjawaban ilmiah. Di sisi lain, hasil survei juga merupakan isyarat nyata bagi partai dan seluruh kadernya untuk terus bekerja keras membangun bangsa.
“Sehingga, tidak hanya puas mendapatkan 18.9 persen seperti saat ini, tapi mengejar target yang sudah kita sepakati, yakni 30 persen dan saya yakin kami mampu meraihnya. Karena kami punya program yang nyata dan jelas, tinggal bagaimana setiap elemn di dalam partai bisa mengoalkan tujuan dari program itu,” ujar Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, kemarin.
Lebih lajut, Akom juga menilai, beberapa variabel apa yang menempatkan Golkar di posisi pertama, antaralain karena faktor kepemimpinan Aburizal Bakrie yang bisa menularkan komitmennya pada seluruh kader untuk bisa dengan total menjalankan program-program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah program Gerakan Ayo Bangkit (GAB) Pelatihan Usaha Kecil dari Aceh hingga Papua.
”Apalagi, tahun ini merupakan tahun kekaryaan, tahun kita untuk berkarya demi seluruh rakyat Indonesia. Bisa jadi, masyarakat telah merasakan hasil karya kita,” ulas Akom.
Saat disinggung masih lamanya Pemilu 2014 sehingga raihan ini bisa berubah dan membuat Golkar bisa terlempar dari posisi pertama, bagi Ade semua bisa saja terjadi. Ya, karena Pemilu 2014 masih menyisakan waktu dua tahun ke depan, apapun bisa terjadi. Partai Golkar bisa terlempar dari posisi saat ini, tapi bisa juga semakin menguat meninggalkan partai-partai pesaingnya. Paing penting jangan membuat rakyat terluka dan marah,” tandasnya.
Sementara, Pengamat Ekonomi Politik INDEF Aviliani menilai program GAB berbeda dengan program politik yang biasa dilakukan oleh sejumlah tokoh dan partai politik yang hanya membawa kepentingan politik.
”Program Gerakan Ayo Bangkit menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program seperti ini patut ditiru oleh tokoh maupun partai politik lain, jika mau membuktikan bahwa misi yang mereka bawa tidak hanya kepentingan politik, juga membangun kemandirian bangsa melalui program-program nyata,” ujar Aviliani.
Bahkan, Aviliani secara terbuka berani menyatakan program nyata GAB ini harus didukung berbagai pihak. Sebab, program ini bisa menjadi contoh bagaimana mendidik masyarakat dengan cara-cara yang baik dan mampu memberdayakan karena diberi pelatihan secara khusus sesuai pekerjaan masing-masing.
”Dibanding pola-pola yang selama ini kerap dilakukan sejumlah tokoh, partai politik bahkan pemerintah yang sekadar membagi-bagikan uang (money politics) untuk menarik simpati, GAB lebih mendidik,” ulas Aviliani.
Di sisi lain, Aviliani menaruh harapan terhadap program GAB ini agar tidak hanya para pelaku usaha kecil yang mendapat pelatihan. Juga mereka yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Karena, kemandirian ekonomi nasional akan terwujud jika petani dan nelayan ikut terangkat harkat dan martabatnya.
”Sebenarnya, program GAB ini secara tidak langsung sudah menyentil para tokoh politik lain dan pemerintah. Karena saat ini, mereka lebih asyik dengan dunianya. Sementara, kemandirian ekonomi rakyat mereka lupakan,” ujar Aviliani

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulsel kembali mendapatkan penghargaan...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua DPD La Ode Ida (Senator Sulawesi...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...