Home » Hukum

Selasa, 07 Februari 2012 | 10:12:15 WITA | 346 HITS
Sabu Pilot Diduga Dari Pemasok Yang Sama

JAKARTA---Penyidik Badan Narkotika Nasional terus mengembangkan kasus pilot pemakai sabu Sjaiful Salam. Hingga kemarin, pilot yang sudah mengantongi ribuan jam terbang itu masih kukuh hanya sebagai pemakai. "Itupun katanya insidental," ujar Kepala Humas Badan Narkotika Nasional Kombes Sumirat Dwiyanto di kantornya kemarin (06/02).
Perwira menengah ini menjelaskan, sabu yang dikonsumsi Sjaiful ditemukan dalam kondisi sudah dikonsumsi. "Jadi, sore dia mengkonsumsi, saat ditangkap posisinya sudah terpakai," katanya.
Penyidik menduga sabu ini dipasok oleh mafia narkoba yang sama dengan pemasok pilot Hanum Adhyaksa yang ditangkap di Makassar bulan lalu. "Arahnya mulai mengerucut, pengakuan HA memang pernah mengkonsumsi bersama-sama," kata Sumirat.
Jaringan ini diduga memang merawat konsumen dengan lihai. Mereka juga tahu pasti dimana pilot-pilot Lion Air menginap jika sedang istirahat di kota-kota besar. "Kita sekarang cek di laboratorium barang buktinya (sabu)," katanya.
Dari pengecekan itu, kadar dan racikan sabu bisa dibandingkan dengan barang bukti yang disita dari Hanum sebulan sebelumnya. "Secara ilmiah nanti bisa ditentukan apakah identik atau tidak, ada ilmunya itu," katanya.
Tim laboratorium BNN memang jago-jago. Bahkan, ada perwira yang menguasai dna ganja. Jadi, jika ada ganja bisa diketahui ganja itu dipetik di daerah mana. Pembuktian ilmiah ini nantinya menguatkan tuntutan di pengadilan.
Secara terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution menyebut penangkapan pilot itu bisa membuat jera pengguna lainnya dalam profesi sejenis. "Terutama yang bertanggungjawab dalam moda transportasi, seperti pilot atau sopir," katanya.
Meski begitu, Saud meminta, masyarakat tidak khawatir, apalagi panik dan takut terbang dengan amskapai tertentu. "Janganlah kita membuat gaduh suasana, atau membuat kepercayaan publik terhadap maskapai itu menurun, karena sudah ada aturannya tentang pemberantasan narkoba itu," katanya.
Polri akan berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara. "Kita juga sudah bekerjasama dengan berbagai pihak di bandara untuk mengawasi ketat penyalahgunaan narkoba ini.Kita akan memperketat pemeriksaan,dari bagasi,barang bawaan," katanya.
Mantan Kadensus 88 ini menyebut si pilot bisa dijerat dengan UU lain diluar UU Narkotika. "Kita kaji apakah ada pasal di UU Penerbangan yang bisa digunakan," katanya.
Secara terpisah, anggota Komisi V (Perhubungan) DPR RI dari Fraksi PKS,Yudi Widiana Adia mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa dan mengaudit dokter dan laboratorium yang memeriksa pilot-pilot maskapai Lion Air. "Patut dicurigai ada kesalahan prosedur pemeriksaan urine pilot yang membuat pengguna narkoba lolos menjadi pilot dan menerbangkan pesawat. Jelas ini sangat membahayakan penumpang," katanya.
Bukan hanya IDI, pihak Kementerian Perhubungan juga harus bertanggungjawab dan menjelaskan persoalan ini agar tidak menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.
Penggunaan narkoba oleh pilot akan berdampak hilangnya kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan. Yudi menyayangkan pernyataan pimpinan Lion Air yag mengaku kesulitan mengawasi karyawannya, termasuk pilot yang kecanduan narkoba.
"Kita sudah terlalu sering mendengar permintaan maaf dari maskapai bersangkutan, namun kejadian ini terus berulang. Tentu kita tidak ingin hal yang sama kembali terulang di masa datang," katanya.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulsel kembali mendapatkan penghargaan...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua DPD La Ode Ida (Senator Sulawesi...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...