Home » Feature » Yang Lain

Minggu, 05 Februari 2012 | 01:28:42 WITA | 630 HITS
Karakter Baik yang Makin Langka

KARAKTER menentukan perjalanan sebuah bangsa. Karakter manusia yang kuat akan membentuk sebuah bangsa yang maju dan berwibawa. Sebaliknya, karakter yang lemah akan berujung pada kehancuran bangsa.
Itulah mengapa sejarawan Arnold Toynbee berkesimpulan bahwa kehancuran sebuah peradaban disebabkan bukan oleh penaklukan dari luar, melainkan karena pembusukan moral dari dalam. Buku ini berisi tujuh bab yang saling terkait, namun dapat dibaca sebagai naskah yang berdiri sendiri. Selain itu, disertakan pula apendiks sebagai penjelasan tambahan.
Bab 1 membahas tentang peran keluarga sebagai basis pendidikan karakter. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan pendekatan simbolik, yaitu menafsirkan 'kasus' keluarga Cemara dari sudut pandang pendidikan karakter. Keluarga Cemara memberikan gambaran realistis mengenai bagaimana keluarga-keluarga di Indonesia, dalam segala keterbatasannya, semestinya tetap berusaha memerankan diri sebagai basis pendidikan karakter bagi anak-anak dan kaum muda.
Pembahasan di Bab 2 merujuk pada gagasan pendidikan karakter menurut Thomas Lickona, salah seorang tokoh pendidikan karakter. Disini dibahas tentang apa, mengapa, dan bagaimana pendidikan karakter di sekolah. Menurut Lickona, pendidikan karakter di sekolah hakikatnya adalah upaya mewujudkan sekolah karakter: tempat terbaik bagi anak-anak dan kaum muda untuk mendapatkan pendidikan karakter. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah 'karakter' berarti 'sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak'.
Sosok konkret seorang guru karakter yang ideal diungkap di Bab 3. Upaya ini perlu karena pendidikan karakter yang efektif mengandaikan adanya guru berintegritas andal. Penggambaran sosok guru macam itu memadai manakala hanya dilakukan dengan pendekatan normatif. Penggambaran itu harus konkret, merujuk pada sosok yang menyejarah. Prof. Liek Wilardjo, D.Sc., Ph.D. (Pak Liek) dipilih karena sosoknya sebagai guru mendekati gambaran ideal mengenai tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan karakter, yaitu: pribadi yang smart sekaligus good.
Di Bab 4 dan Bab 5 menyajikan pendekatan pembelajaran yang umumnya sangat disarankan dalam pendidikan karakter. Pendekatan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran reflektif ini dianggap penting karena tidak hanya mengembangkan pembiasaan dalam dimensi akademik (supaya siswa lebih pintar), namun sekaligus dimensi sosio-etis (supaya siswa lebih baik dan bijaksana). Pembahasan kedua pendekatan pembelajaran ini mencakup perihal pengertian, karakteristik, fondasi teoretis, signifikansi empiris dan langkah praktis.
Implikasi gagasan Jurgen Habermas dalam pendidikan karakter disajikan di Bab 6. Ia berpendapat bahwa kehidupan bersama yang makin diwarnai oleh kebinekaan ini hanya dapat dikembangkan oleh individu-individu yang memiliki karakter komunikatif. Mereka memiliki ciri: sanggup mengemukakan kebenaran, sanggup mengupayakan keadilan, sanggup menjalin relasi secara tulus dengan berbagai pihak. Gagasan ini relevan dengan tantangan bangsa kita, yaitu merawat kebinekaan secara cerdas. Bab ini meliputi telaah teoretis dan implikasi praktisnya dalam pendidikan karakter.
Selanjutnya Bab 7 menyajikan gambaran ringkas mengenai apa itu inteligensi emosi, mengapa ia muncul, bagaimana perkembangan pembahasannya, dan apa kaitannya dengan pendidikan karakter. Pendekatan ini berpendapat, bahwa kualitas karakter seseorang sangat terkait dengan dinamika kehidupan emosinya. Manakala emosi itu kita berdayakan dengan benar, kita akan memiliki karakter yang makin tangguh (lebih mampu bertindak dengan benar) sekaligus makin mampu beradaptasi dan mentransformasi lingkungan kita (menjalankan hidup secara lebih efektif). (win/litb)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua DPD La Ode Ida (Senator Sulawesi...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...