Home » Ekonomi dan Bisnis » Property

Senin, 30 Januari 2012 | 00:16:13 WITA | 996 HITS
KPR Rumah Sederhana Terhambat FLPP
REI Harap Segera Jalan

MAKASSAR, FAJAR -- Ratusan rumah sederhana yang sudah jadi kini terhambat proses kreditnya di bank. Pasalnya, pengembang rumah sederhana ini memasarkan rumah dengan janji subsidi bunga kepada end user. Karena itu, pengembang mengharapkan subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sebelumnya dihentikan, dilanjutkan dan direalisasikan secepatnya.
Ketua DPD REI Sulsel Raymond Arfandy mengungkapkan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Menpera di Jakarta akhir pekan lalu. "Saya berharap janji Menpera tidak meleset lagi karena kasian masyarakat yang membutuhkan rumah untuk kebutuhan yang mendesak, seperti habis kontrakan, pernikahan, dan lainnya tapi tidak bisa akad kredit karena FLPP belum turun. FLPP sendiri adalah subsidi bunga bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mencicil rumah di bank," terangnya.
Raymond mengakui, saat ini, banyak rumah sederhana siap huni yang permohonannya sudah masuk ke bank, tidak dapat dilanjutkan prosesnya karena FLPP sempat dihentikan. "Setelah kita usulkan, Menpera berjanji akan merealisasikan kembali program FLPP paling lambat awal Februari dengan bunga yang lebih murah dari tahun sebelumnya, kisaran 6-7 persen," jelasnya.
Menurut dia, pengucuran FLPP terseubut sedang dalam proses negosiasi dengan bank-bank pelaksana, antara lain BTN, BNI, BRI, Bukopin, Mandiri, dan lainnya. "Kita harapkan segera jalan," ujarnya.
Di Villa Mutiara yang lokasinya di sekotar Tol Seksi IV Makassar masih terdapat 200 end user yang sudah mengajukan permohonan ke bank namun tidak dilanjutkan prosesnya. Sebagian dari end user tersebut diarahkan ke bank yang bunganya relatif lebih rendah.
Karena itu, Raymond mengharapkan agar program FLPPP segera jalan. Dia juga menyayangkan pemberlakuan UU tentang perumahan permukiman, khususnya pembatasan luas minimal bangunan 36 m2. "Data Bank Indonesia, realisasi Kredi Perumahan Rakyat (KPR) tahun 2011 untuk tipe < 36 m2 masih sekira 25-30 persen, pertanyaannya adalah akan di kemanakan segmen masyarakat ini kalau UU tersebut diterapkan," ujarnya.
Segmen MBR sendiri, membeli rumah karena kebutuhan yang mendesak walaupun kecil, berbeda dengan segmen atas yang membeli rumah untuk investasi karena mereka memiliki banyak pilihan. "Jadi, saya khawatir backlog kita akan lebih meningkat lagi karena harga rumah yang tidak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Dia juga menjelaskan, untuk menekan backlog yang masih 13,6 juta unit, Bank Indonesia seharusnya melakukan penelitian tentang skema pembiayaan masyarakat yang berstatus non bankable antara lain petani, nelayan, dan lain-lain. "Karena mereka mampu mencicil tapi tidak memenuhi syarat KPR sedangkan sebagai warga negara Indonesia, mereka dilindungi UUD tentang hak memiliki kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan, dan papan," ujarya.
Kenaikan harga rumah sendiri yang tinggi lebih disebabkan karena harga tanah yang melambung tinggi, solusinya adalah pemerintah harus menyiapkan infrastruktur yang merata, sehingga zona wilayah-wilayah perumahan dapat lebih merata dengan harga yang terjangkau. (id/upi)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA&nbsp; -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...