Home » Politik

Sabtu, 28 Januari 2012 | 14:26:34 WITA | 185 HITS
Pemerintah Perlu Netralisir Ketegangan Sosial

JAKARTA -- Ekspresi ketidakpuasan masyarakat berujung pada pola kekerasan massal yang selalu melibatkan kelompok warga, aparat kepolisian dan kelompok korporasi bisnis. Fenomena sosial tersebut menunjukkan bahwa klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% tidak menyentuh kaum marjinal.

Oleh karenanya, pemerintah perlu menetralisir ketegangan dan intensitas kekerasan massal yang terjadi dengan menggunakan cara-cara yang elok.

Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan corak ekspresi ketidakpuasan warga Indonesia terjadi akibat pilihan politik dan kebijakan diskriminatif pemerintahan pusat, khususnya dalam pendistribusian hak-hak ekonomi, sosial dan politik warga.

"Lebih jauh ini menunjukkan bahwa selama ini ada kemandekan kemampuan lembaga-lembaga negara dalam pelayanan publik, lembaga keamanan dan hukum tidak profesional," ucap Haris di Jakarta, Sabtu (28/1).

Lembaga politik seperti DPR, kata Haris, hanya jadi pengimbang kebijakan pemerintah sembari mengamini berbagai pernyataan pemerintah diruang-ruang RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum).

"Secara ekonomis, ekspresi masyarakat dengan berbagai fenomena sosial menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 6% tidak menjamin hak-hak masyarakat miskin dan marjinal," ujar Haris.

Lampung, Bima dan Papua merupakan titik-titik kekerasan massal yang saat ini sedang terjadi. Hal demikian juga terjadi di Bali dan Ambon.

Kontras, lanjutnya, meminta kepada pemerintah dan seluruh aparat penegak hukum untuk tidak gegabah dalam merespons gesekan atau amuk sosial di tengah masyarakat.

"Keputusan untuk memobilisasi pasukan keamanan ketimbang mendahulukan upaya dialog konstruktif, berpotensi untuk memperluas lokus (lokasi) kekerasan," katanya.

Resolusi konflik dan kekerasan, lanjut Haris, dapat ditempuh dengan mengembangkan modal sosial untuk menetralisir ketegangan sosial (social distrust) di tengah masyarakat.

"Modal sosial bisa dirintis dengan melakukan proses dialog partisipatif, mendengar persoalan dan masukan dari publik, diikuti dengan implementasi komitmen tinggi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan bangsa," katanya.

DPR RI juga dapat berperan sebagai pihak yang melakukan kontrol kebijakan resolusi konflik dan kekerasan. Pelibatan Komnas HAM untuk menyosialisasikan nilai-nilai HAM dan perdamaian juga penting.

"Selain itu, pemerintah juga bisa mendorong inisiatif-inisiatif perdamaian lokal, yang kontekstual dengan kondisi historis-sosiologis masyarakat berada," ujar Haris.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...

Rabu, 22 Februari 2012 Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...

Rabu, 22 Februari 2012 MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....

Rabu, 22 Februari 2012 SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...

Politik

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kecondongan cagub incumbent, Syahrul...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...

Hukum

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...

Selasa, 21 Februari 2012 LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...

Senin, 20 Februari 2012 JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Ekonomi

Rabu, 22 Februari 2012 MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...

Hiburan

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Suasana lain dari biasanya membahana di...

Kamis, 23 Februari 2012 Penyanyi asal Inggris, Adele kembali menunjukkan...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...

Internasional

Rabu, 22 Februari 2012 YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...

Rabu, 22 Februari 2012 SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...

Rabu, 22 Februari 2012 ATHENA, FAJAR -- Uni Eropa kembali menggelontarkan 130...

Rabu, 22 Februari 2012 DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...