Home » Ekonomi

Sabtu, 28 Januari 2012 | 11:34:05 WITA | 624 HITS
Kemeneg BUMN Janji Cari Solusi
Tuntaskan Persoalan Dana Pensiun Karyawan PT SK

JAKARTA,FAJAR -- Kementerian Negara (Kemeneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham terbesar PT. Semen Kupang (PT SK) berjanji segera mencari solusi penyelesaian kemelut dana pensiun karyawan PT SK yang hingga kini belum tuntas.
Janji ini diungkapkan Bagus Rumbogo (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Meneg BUMN) dan Ageng Purboyo Angrenggono (Asisten Deputi Meneg BUMN, Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur III) saat menerima kunjungan Komisi C DPRD NTT di Gedung Kemeneg BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) petang. Rombongan Komisi C DPRD NTT itu dipimpin Ketua, Stanis Tefa Mathaus serta Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Kris Kase. Hadir dalam kesempatan itu, 10 orang perwakilan karyawan PT Semen Kupang.
Sayangnya, dalam pertemuan antara Komisi C DPRD NTT dan Meneg BUMN yang diwakilkan kepada Bagus Rumbogo dan Ageng Purboyo itu tak dihadir unsur Direksi PT SK. "Seharusnya dalam pertemuan ini hadir juga Pak Direktur Keuangan, Marshal Godlief Lay, namun karena mungkin tahu rombongan hanya diterima Staf Ahli dan Asdep Meneg BUMN, Pak Marshal memilih pulang. Kami sangat sayangkan ini, direksi seolah tak menghormati Meneg BUMN dan Gubernur NTT, dimana hadir Pak Karo Ekonomi," ungkap Ketua Komisi C DPRD NTT, Stanis Tefa usai pertemuan.
Menurut Stanis, meski hanya diterima Staf Ahli dan Asdep, namun dua staf itu diminta Meneg BUMN, Dahlan Iskan untuk menerima rombongan DPRD dan Pemprov NTT karena Meneg BUMN sedang bertugas ke Surabaya, Jawa Timur. \"Pak Bagus dan Pak Ageng juga sempat kecewa dengan sikap direksi PT Semen Kupang. Kita hadir di Jakarta ini kan untuk menyelesaikan persoalan di PT. Semen Kupang, tapi kok direksi yang harusnya ikut hadir malah pulang. Kami menilai direksi PT. SK tidak ada niat baik untuk menyelesaikan masalah ini. Kita Komisi C DPRD NTT kan membantu juga Direksi PT. SK untuk mencari solusi penyelesaian masalah ini, tapi kok direksi tidak mau hadir hanya karena diterima staf Meneg BUMN,\" kata Stanis kesal.
Atas sikap ini, Stanis mengaku, DPRD NTT telah menyampaikan kepada Bagus sebagai Staf Ahli dan Ageng sebagai Asdep untuk menyampaikan ke Meneg BUMN agar mengambil sikap tegas terhadap direksi PT. SK yang tidak punya kepedulian dan niat baik menuntaskan persoalan di tubuh PT. SK.
Stanis mengatakan, PT. SAG yang ditunjuk untuk mengambilalih PT. SK untuk saat ini belum bisa memenuhi tuntutan karyawan PT. SK soal dana pensiun karena kapasitas produksi belum bisa untuk menutupi utang tersebut. \"Produksi Semen Kupang setelah diambilalih PT. SAG baru bisa mencapai Rp 7 miliar per tahun, sedangkan utang PT. SK untuk dana pensiun hampir Rp 27 miliar. Karena itu, kami ke sini (Meneg BUMN) untuk sama-sama mencari solusi atau alternatif lain untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap Stanis.
Stanis menyebutkan, dalam pertemuan bersama dua staf Meneg BUMN itu, beberapa alternatif ditawarkan, misalnya karyawan PT. SK yang ada ini, jika dinilai masih produktif bisa diaktifkan kembali. Hal ini adalah, Meneg BUMN sebagai pemegang saham terbesar, bisa menemukan solusi atau sumber dana lain untuk membayar dana pensiun karyawan. "Beberapa solusi ini menurut Pak Bagus dan Pak Ageng akan dibahas tuntas pada saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham, Red) nanti. Jadi mereka janji sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini, dan pemecahan masalah itu akan dituntaskan saat RUPS nanti," beber Stanis.
Stanis menambahkan, total dana pensiun karyawan PT. SK lebih kurang Rp 30 miliar, namun dalam perjalanan sudah dibayarkan lebih kurang Rp 3 miliar sehingga sisa hutang dana pensiun mencapai Rp 27 miliar. "Jadi kami sudah berusaha untuk mencari jalan keluar penyelesaian masalah ini, dan sudah ada sambutan baik dari Meneg BUMN dimana mereka berjanji menyelesaikannya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hanya kami juga meminta Meneg BUMN untuk memberi penilaian khusus terhadap sikap direksi PT Semen Kupang yang tidak menghargai Meneg BUMN dimana sudah berada di Jakarta tapi tidak mau hadir hanya karena diterima staf," tandas Stanis. (aln/fmc)


  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...