Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Sabtu, 28 Januari 2012 | 19:47:44 WITA | 284 HITS
Sekolah Masih Jualan Buku

MAKASSAR, FAJAR -- Masih ada sekolah dasar (SD) negeri di Makassar yang menjual buku-buku ajar kepada murid. Kepala sekolah mengakui meski menurutnya penjualan via koperasi.

JUMAT pagi, 27 Januari, suasana di kompleks SD Negeri Mangkura seperti biasanya. Wajah ceria jelas terpancar di wajah murid-murid di sekolah itu. Di antara mereka ada yang terlihat bermain, namun tidak sedikit pula yang sedang serius mengikuti pelajaran.

Seperti di SD Negeri Mangkura 2, tidak satu pun murid yang terlihat bermain di halaman sekolah. Semuanya sedang mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Dengan buku di genggaman, sesekali mereka bertanya kepada gurunya. Mungkin ada yang mereka tidak mengerti tentang pelajaran yang termuat dalam buku pelajaran di genggaman itu.

Di SD Negeri Mangkura 2 ini berembus cerita bahwa pihak sekolah memperjualbelikan buku pelajaran kepada muridnya. Itu pun dengan sistem mencatat nama murid yang membeli buku. Dengan pencatatan nama itu, orang tua murid akan merasa terdesak untuk ikut membeli meski dengan harga melambung di atas harga normal di tokoh buku.

Dua murid kelas enam SD Negeri Mangkura 2, Ikram dan Dicki, yang ditemui di sekolahnya mengatakan tidak pernah disuruh untuk membeli buku. Menurut keduanya, selama ini mereka belajar melalui buku yang disediakan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Kami tidak pernah disuruh beli buku, kami belajar dari buku yang disediakan dari dana BOS," kata mereka sambil berlalu dan berbisik.

Namun hal itu bertolak belakang dengan pengakuan seorang murid kelas dua bernama Yuda. Menurut Yuda, selama ini dia disuruh membeli lembar kerja murid siswa (LKS) dan buku cetak.

"Saya beli LKS 90 ribu rupiah dan dua buku cetak harganya 110 ribu rupiah. Kami beli untuk digunakan belajar dan kerja PR (pekerjaan rumah, red)," ungkap Yuda.

Kepala SD Negeri Mangkura 2, Nurlina, mengakui kebenaran tentang penjualan buku di sekolah yang dia pimpin. Namun, kata dia semua itu dilakukan melalui Koperasi Mangkudu yang merupakan koperasi sekolah.

"Kalau masalah memaksakan, kami tidak pernah melakukan hal itu. Bahkan buku di koperasi sekolah itu bisa dicicil. Dari harganya pun sama dengan harga di toko," kata.

Menurut dia, penjualan buku ini dilakukan pihak sekolah dengan tujuan mempermudah murid untuk mendapatkan buku pelajaran. Selain itu, selama ini banyak murid yang mencoret-coreti buku yang dipinjamkan sehingga jika murid memilikinya langsung semaunya mereka mau mencoret-coretnya atau tidak.

Nurlina melanjutkan, selama ini pihak sekolah juga telah memberikan instruksi kepada pihak komite sokolah agar melaporkan jika ada murid yang kurang mampu dan tidak bisa membeli buku. "Kami akan memberikan buku secara gratis dengan catatan yang bersangkutan memang tidak mampu membeli," tambahnya.

Tentang keterlibatan guru kelas dalam penjualan. Husni Abu, salah seorang guru kelas, menjelaskan selama ini mereka tidak terlibat sama sekali dengan penjualan buku itu. "Kami guru kelas tugasnya hanya mengajar, jadi tidak terlibat sama sekali dengan penjualan buku. Kalau ada murid yang membeli buku maka mereka langsung ke pengurus koperasi sekolah," kata Husni.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhidin, yang dikonfirmasi mengatakan jika penjualan buku itu dilakukan melalui koperasi sekolah maka itu bukan sebuah pelanggaran. Penjualan buku melalui koperasi sekolah, kata Muhidin itu sesuai dengan mekanisme pasar yang dibenarkan.

"Kecuali penjualan itu dilakukan atas nama pribadi maka itu merupakan pelanggaran. Tapi kalau melalui koperasi sekolah maka itu merupakan hal yang wajar," kata dia. (*)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...

Rabu, 22 Februari 2012 Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...

Rabu, 22 Februari 2012 MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....

Rabu, 22 Februari 2012 SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...

Politik

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kecondongan cagub incumbent, Syahrul...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...

Hukum

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...

Selasa, 21 Februari 2012 LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...

Senin, 20 Februari 2012 JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Sabtu, 18 Februari 2012 Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini....

Ekonomi

Rabu, 22 Februari 2012 MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...

Hiburan

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Suasana lain dari biasanya membahana di...

Kamis, 23 Februari 2012 Penyanyi asal Inggris, Adele kembali menunjukkan...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...

Internasional

Rabu, 22 Februari 2012 YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...

Rabu, 22 Februari 2012 SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...

Rabu, 22 Februari 2012 ATHENA, FAJAR -- Uni Eropa kembali menggelontarkan 130...

Rabu, 22 Februari 2012 DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...