Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Jumat, 27 Januari 2012 | 23:57:24 WITA | 523 HITS
Soal UN Rawan Bocor
Patabai: Karena Dicetak di Jakarta

MAKASSAR, FAJAR -- Ujian Nasional (UN) bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) rawan bermasalah. Akibat protesnya tidak diterima Kementerian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Sulsel lepas tangan untuk berbagai persoalan yang muncul terkait soal UN. Termasuk untuk kebocoran soal.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Patabai Pabokori, Kamis, 26 Januari mengatakan, sangat tidak masuk di akal jika pencetakan soal UN dilaksanakan di Jakarta lantas tanggung jawabnya dibebankan ke provinsi.
"Kita telah protes pencetakan soal di pusat. Tapi tetap tidak berubah kebijakan. Kita sudah terima jawabannya. Jadi nanti, tetap kita laksanakan namun dengan syarat, Dinas Pendidikan provinsi tidak bertanggung jawab jika bocor, ada kekurangan soal, atau kesalahan soal," kata Patabai.
Yang dimaksud Patabai dengan kebocoran soal termasuk soal untuk provinsi lain jatuh ke Sulsel atau sebaliknya. "Ini tidak tertutup kemungkinan terjadi. Sebab kita cetak di Sulsel, saja itu masih sering ditemukan demikian. Tapi kan kalau dicetak di sini, gampang dikirim ulang," kata Patabai.
Pria asal Bone yang sebentar lagi akan pensiun ini menambahkan, mereka tidak habis pikir dengan kebijakan pusat. Bagi Patabai, percetakan di Jakarta yang sangat diuntungkan. Selesai mencetak soal, pemprov akan diberikan tanggung jawab selanjutnya.
"Mereka akan memberi kita gelondongan lalu kita sortir dan bagi. Tentunya kita mesti siapkan gudang dan tenaga lagi. Padahal kalau seperti tahun lalu, itu semua tanggungjawab percetakan," katanya.
Makanya, Patabai mengatakan, UN kali ini bisa bermasalah serius. "Bahaya kalau ujian nasional bocor. Sebab itu tanggung jawab gubernur dan kepala dinas.
Pertanyaannya sekarang, apakah Jakarta mampu menangani puluhan ribu sekolah di Indonesia tanpa melakukan kesalahan?" ujar Patabai.
Untuk UN SMA yang dilaksanakan 9-15 Mei dan SMP di akhir Mei, Patabai menegaskan tidak mau bertanggungjawab untuk persoalan soal yang akan terjadi. "Saya tidak mau. Persoalan kebocoran soal, tidak bisa dijamin. Kami lepas tanggung jawab," katanya.
Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Prof Halide juga membaca kemungkinan banyaknya masalah yang akan muncul di UN mendatang. Ia juga mengaku sudah menerima tembusan surat ke dinas pendidikan provinsi yang dikirim Litbang Kemendiknas.
"Ini seolah dipaksakan. Makanya kita minta pusat yang bertanggungjawab. Sebab dulu percetakan bertanggung jawab hingga distribusi sampai tempat pelaksanaan UN. Kalau modelnya begini, jangan tanggung jawab dibebankan ke ke provinsi," kritik Halide.
Sama seperti Patabai, potensi kebocoran soal menurut Halide juga sangat besar. "Ini krusial. Potensi besar masalah. Saya sudah bisa bayangkan. Sedangkan kita kontrol di sini, masih sering kecolongan.
Kalau dicetak di pusat, dari segi teknis, misalnya dikirim soal untuk Sulsel, itu ditaruh dimana dan siapa yang amankan? Kalau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota yang diberi tanggung jawab kalau ada masalah, itu juga berat," kata Halide.
Persoalan UN ini juga nantinya akan berpotensi melebar. Termasuk ke soal politik. Apalagi, saat UN, tahapan pilgub sudah sangat dekat. "Jangan sampai ini bisa dipolitisasi. Ini bisa saja dijadikan bahan saling menjatuhkan. Tapi sebenarnya, yang perlu dipertanyakan, mana itu hak otonomi, dan desentralisasi kebijakan? Kok selalu sentralistik," ujar Halide. (*)




  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...