Home » Teknologi Informasi » Komputer

Rabu, 25 Januari 2012 | 10:22:20 WITA | 257 HITS
Menanti Gebrakan Bos Baru RIM

TORONTO, FAJAR -- Pergantian kepemimpinan baru saja terjadi di Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry. Namun belum-belum para investor RIM menyatakan CEO baru Thorsten Heins hanya punya waktu singkat untuk memulihkan RIM. Jika tidak, dia mungkin saja akan segera kehilangan jabatannya.

Thorsten Heins didapuk menggantikan Jim Balsillie dan Mike Lazaridis. Saham RIM jatuh 8 persen karena meragukan apakah Thorsten bisa segera memulihkan kejayaan BlackBerry yang belakangan makin pudar.

"Saya tidak berpikir ada perubahan besar yang diperlukan," sebut Heins dalam pidato awalnya sebagai CEO RIM. Pernyataan ini membuat gusar sebagian investor yang merasa perlunya perubahan cepat di strategi RIM.

"Jika Thorsten sungguh meyakini tidak ada perubahan yang akan dilakukan, dia akan pergi dalam 15 atau 18 bulan," kata Vic Alboini, CEO Jaguar yang memimpin 16 pemegang saham RIM seperti dilansir Reuters, Selasa 24 Januari.

Posisi RIM memang cukup gawat. Beberapa tahun lampau, nilai pasar mereka masih USD 70 miliar, namun kini tinggal USD 8,9 miliar. Market share RIM di Amerika Serikat tinggal 10persen dari yang semula 44 persen di tahun 2009.

"Orang-orang mungkin sedikit lemah semangatnya kala mendengar dia membela strategi RIM saat ini. Orang-orang akan lebih bahagia jika mendengar 'kami berada di jalan yang salah'," tukas analis dari Morgan Stanley, Ehud Gelblum.

Ancaman besar dari Android dan iPhone dinilai membuat RIM harus bertindak cepat atau semakin tertinggal. Mereka terus menerus kehilangan pangsa pasarnya meski masih cukup jaya di beberapa negara.

"Jika RIM ingin tumbuh di AS, mereka harus punya produk yang bagus dari iPhone dan Android. Saat ini, mereka tak punya produk yang kompetitif dibanding mereka, apalagi yang lebih baik," kata James Faucette, analis dari Pacific Crest. (*/ysd)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...

Rabu, 22 Februari 2012 Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...

Rabu, 22 Februari 2012 MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....

Rabu, 22 Februari 2012 SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...

Politik

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kecondongan cagub incumbent, Syahrul...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...

Hukum

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...

Selasa, 21 Februari 2012 LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...

Senin, 20 Februari 2012 JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Sabtu, 18 Februari 2012 Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini....

Ekonomi

Rabu, 22 Februari 2012 MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...

Hiburan

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Suasana lain dari biasanya membahana di...

Kamis, 23 Februari 2012 Penyanyi asal Inggris, Adele kembali menunjukkan...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...

Internasional

Rabu, 22 Februari 2012 YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...

Rabu, 22 Februari 2012 SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...

Rabu, 22 Februari 2012 ATHENA, FAJAR -- Uni Eropa kembali menggelontarkan 130...

Rabu, 22 Februari 2012 DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...