![]() |
|
Home »
Metro News »
Yang Lain
Rabu, 25 Januari 2012 | 00:20:54 WITA | 483 HITS Jangan Abaikan Faktor Geopolitik Dok/Fajar
Firdaus Muhammad Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Dr Firdaus Muhammad mengemukakan, berdasar hasil survei, Syahrul cukup mengantisipasi berpaketnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Aziz Qahhar Mudzakkar. Keduanya merupakan representasi geopolitik yang berbeda dengan pengaruh di basis massa yang riil. Ilham cukup berpengaruh dan menguasai wilayah Bone Soppeng Wajo (Bosowa) serta sebagian kawasan Ajattapareng. Sementara Aziz yang merupakan anggota DPD berpengaruh hingga ke tingkat grass root di beberapa daerah, terutama kawasan Luwu. "Sulit dipungkiri geopolitik ikut memengaruhi pertemuan paket calon. Terbukti keputusan Ilham-Azis tidak terlepas dari tafsir geopolitik, meskipun batasan geopolitik masih bisa diperdebatkan. Namun, perpaduan Ilham-Aziz dianggap sebagai simbol basis representasi Bosowa dan Luwu Raya," urai Firdaus. Menurut Firdaus, Syahrul harus memprioritaskan aspek geopolitik sekitaran Bosowa dan Ajatappareng. Bukan paket wilayah selatan-selatan yang justru dapat menjadi titik kelemahannya. Basis di Bone dan Luwu juga harus diperkuat karena cukup menjadi penentu kemenangan. Dari beberapa tokoh yang mencuat, Agus Arifin Nu'mang masih sangat layak diperhitungkan mendampingi Syahrul. Paket Sayang II (jilid kedua, red) juga masih pantas dipertahankan untuk mengimbangi kekuatan Ilham-Aziz. Peta persaingan bisa lebih berimbang. Selain Agus, juga terdapat beberapa figur lain yang layak mendampingi Syahrul dengan representasi geopolitik masing-masing. Mereka di antaranya, Tamsil Linrung, Rudiyanto Asapa, Andi Muallim, Andi Mudzakkar, Luthfi Andi Mutty yang mampu mengimbangi kekuatan paket Ilham-Aziz. Andi Muallim yang saat ini menjabat sekretaris provinsi Sulsel bisa menjadi kekuatan mengimbangi basis massa Ilham-Aziz. Begitupula bila Syahrul memilih pasangan dari wilayah Luwu seperti Andi Mudzakkar, cukup menguntungkan posisinya. Selain menguasai birokrasi dengan kapasitasnya sebagai bupati Luwu, juga dapat menimbulkan dilema bagi Aziz dan pendukungnya. Apalagi bila ditambah keberadaan Buhari Kahar Mudzakkar yang merupakan kader Partai Amanat Nasional yang merupakan kaolisi Sayang. Citra Aziz di keluarganya yang kurang solid, bisa menjadi bahan memetakonflikkan sesama keluarga yang akhirnya menciptakan perbedaan dukungan. "Syahrul sudah terlihat sangat dekat dengan keluarga Luwu. Apalagi setelah cucunya mendapat gelar adat dari Kedatuan Luwu. Hubungannya dengan Andi Mudzakkar yang juga ketua DPD II Partai Golkar keuntungan tersendiri baginya," tutur Firdaus. Namun, faktor geopolitik juga harus dikaitkan dengan variabel rasional lainnya seperti hasil survei ukurannya tingkat elektabilitas cawagub. Roem dan Muallim mungkin kuat secara simbolik geopolitik, tetapi perlu ada ukuran elektabilitas. "Agus mungkin lemah secara geopolitik, tapi hasil surveinya tertinggi. Itu kesulitan dihadapi SYL. Namun, SYL nampaknya lebih dihadapkan pilihan cawagub yang kalkulatif dan tidak menimbulkan pro kontra, tidak terbawa arus simbolisme geopolitik," jelas Firdaus. Lantas, mengapa Syahrul masih santai dengan penetapan paket di saat pesaingnya sudah lebih dulu menyosialisasikan diri kendati belum deklarasi? Firdaus menilai Syahrul justru memainkan politik cerdas selain menunggu hasil survei. Kendati mengaku akan berbicara politik sekitar sembilan bulan sebelum pemilihan, tetapi pada dasarnya Syahrul sedang membaca peta politik. Penundaan penetapan cawagub cukup strategis membaca peta kekuatan lawan. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, calon wakil gubernur yang akan mendampingi Syahrul masih diinventarisasi oleh DPP. Selanjutnya, figur yang berasal dari dalam dan luar partai akan disurvei. Nurdin menyebut beberapa nama masuk dalam daftar bursa dan survei di antaranya HM Roem, Agus Arifin Nu'mang, Andi Muallim, Rudiyanto Asapa, dan beberapa nama lain. "Politik adalah kompromi. Yang penting bagaimana Syahrul menang," tuturnya. Dari inventarisasi figur, calon gubernur yang sudah ditetapkan DPP Partai Golkar akan mengusulkan tiga nama untuk dirundingkan. Meski calon wakil gubernur tetap dipilih DPP, namun yang terpilih tetap yang dapat bekerja sama dengan gubernur. "Golkar memiliki sistem rekrutmen melalui survei untuk menjual kadernya ke masyarakat. Survei terbuka bagi seluruh kader dan fungsional partai, tetapi secara sepintas belum ada kader Partai Golkar yang menonjol menyaingi Syahrul, sehingga hampir dipastikan akan mengusung Syahrul," kata Nurdin. Mantan ketua PSSI itu menegaskan Golkar tidak mau kehilangan pemimpin di Sulsel. Makanya, Golkar harus berusaha memenangkan pilgub Sulsel dan paling layak diusung adalah Syahrul. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengungkapkan, hasil survei Syahrul masih tetap tertinggi dengan mempertimbangan faktor kinerja dan sosialisasi serta komunikasi. Keunggulannya dari faktor incumbent, ketua Golkar, serta memperoleh banyak penghargaan. (rif/sil) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 23 Februari 2012
Yakin Menang Tanpa Rooney » 23 Februari 2012 Indosmelt Inves Rp5 T di Maros » 23 Februari 2012 Menpora "Amankan" Nazaruddin » 23 Februari 2012 Legislator Penerima Bansos Terungkap » 23 Februari 2012 Partai Demokrat Diasingkan di Pilkada Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
|
FAJAR TV
NasionalKamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 PolitikKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 HukumRabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Senin, 20 Februari 2012 Sabtu, 18 Februari 2012 EkonomiRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 HiburanKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 InternasionalRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 |

JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...
Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...
MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....
SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...
JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...
MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...
MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...
LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...
JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...
Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini....
MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...
JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...
JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...
JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...
JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...
MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...
YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...
SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...
DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...