Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Selasa, 24 Januari 2012 | 22:08:44 WITA | 250 HITS
Menilik Perkumpulan Hainan di Makassar
Tangani Urusan Anggota dan Kegiatan Sosial
Kota Makassar merupakan kota besar di nusantara yang dihuni etnis Hainan. Sejak abad 20, leluhur etnis Hainan sudah mulai berdatangan dan menetap di Makassar.

Makassar boleh dikatakan sebagai kota yang mendunia. Di Kota yang akrab disapa kota daeng ini, semua etnis diberikan kebebasan. Itu pula yang membuat kota ini diminati warga negara lain untuk menetap dan berusaha di Makassar.
Salah satu warga negara asing yang menetap di Makassat yakni warga Tionghoa. Terkhusus etnis Hainan, mereka sudah mendapat tempat di Kota Makassar dengan keberadaan perkumpulan mereka yang diberi nama Perkumpulan Hainan.
Nama itu sesuai tempat di mana mereka berasal yakni di Provinsi Hainan China. Provinsi Hainan merupakan salah satu pulau di China yang luasnya tidak jauh berbeda dengan negara Taiwan.
Perkumpulan etnis Hainan kini telah memiliki sekretariat yang megah tepatnya di Jalan Sangir. Di sana mereka menjalankan tugas organisasi untuk memberikan manfaat bagi anggota perkumpulan Hainan.
"Intinya kami mengurus masalah-masalah kematian dan pernikahan bagi anggota perkumpulan," jelas Saeful, wakil Kepala Seksi Sosial Perkumpulan Hainan saat ditemui kemarin
Lalu, bagaimana sejarahnya hingga etnis Hainan ini bisa eksis di Kota Makassar? Menurut data statistik, etnis Hainan di Makassar kini telah mencapai 2000 jiwa. Komunitas Hainan tidak hanya bergumul di bidang bisnis semata numun juga aktif bergerak di sektor usaha peningkatan kesejahteraan sosial dan kemanusiaan. Mereka dengan mudah berasimilasi dengan penduduk lokal bersama berusaha meningkatkan kesejahteraan umum.
Awalnya, tahun 1918 silam para sesepuh Hainan pertama kali mendirikan perkumpulan yang mereka beri nama Yayasan Qiong Zhou. Namun kerena masalah pengolaan pendanaan Yayasan Qiong Zhou sempat ditutup.
Namun dengan semangat, dua tahun kemudian berkat prakarsa sesepuh Lu Xiu Ze, Liang De Ming dan Fu Ting Yan serta dukungan warga Hainan waktu itu, maka dibentuklah paguyuban warga Hainan.
Singkat sejarah, tahun 1951 pemerintah kota waktu itu memerintahkan untuk memindahkan pekuburan yangg terletak di tengah-tengah kota ke Bantujangang yg terletak 10 KM dari pinggiran kota.
Tahun 1953 di lokasi pekuburan baru itu, warga Hainan mendirikan bangunan untuk kegiatan sembahyang arwah dan cimbeng.
"Perkumpulan Hainan pernah mengalami masa-masa sulit yakni ketika pergolakan politik G 30-S PKI yang dibarengi dengan gerakan anti warga keturunan," lanjut Saeful.
Waktu itu, kata dia gedung sekolah dan gedung pertemuan WNI keturunan disita, kegiatan sosial pun dilarang dilakukan. Berkat usaha dan kerja keras, mereka kembali bisa membangun perkumpulan Hainan yg kini telah berlangsung selama periode ke delapan.
"Besok kami akan melaksanakan acara open house yang kami beri nama Temu Hati Imlek 2563. Itu akan dihadiri pemerintah dan jajaranya," ujar Saeful. (*)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...