![]() |
|
Home »
Metro News »
Regional
Kamis, 19 Januari 2012 | 15:41:15 WITA | 476 HITS Sulsel Jajaki Penggunaan Organik Cair Int
Pupuk Organik Cair Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yas in Limpo, Rabu (18/1/2012), mengaku prihatin dengan tingginya penggunaan pupuk anorganik. Kebutuhan pupuk urea bersubsidi di Sulsel tahun ini mencapai 294.600 ton, sedangkan pupuk ZA 61.400 ton. "Jumlah tersebut hanya berkurang 5 persen dari kuota tahun lalu. Sementara pemanfaatan pupuk organik masih di bawah 2 persen dari total luas area tanam 950.000 hektar," ungkapnya. Tingginya ketergantungan terhadap pupuk anorganik kerap menyulitkan petani terutama ketika proses distribusi terganggu cuaca buruk. Gangguan tersebut rentan memicu kelangkaan pupuk seperti yang dialami sejumlah daerah di Sulsel selama sepekan terakhir. Menurut Syahrul, penggunaan pupuk organik cair layak dikedepankan karena menunjukkan dampak positif selama diuji coba PT Charoen Shomboon Chitosan (CSC) sejak tahun 2009 di Kabupaten Barru. Dalam uji coba di atas lahan pert anian seluas 500 hektar itu, pupuk organik cair mampu meningkatkan produktivitas lahan hingga 28 persen per hektar. Di Kecamatan Sopeng Riaja, misalnya, produktivitas lahan meningkat dari 5,6 ton menjadi 7,2 ton per hektar. Meski demikian, Syahrul meminta PT CSC mengurus sertifikasi pupuk organik cair di Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) sebelum disosialisasikan lebih luas kepada petani. Apabila hasil pengujian BPTP positif, saya ingin penggunaan pupuk organik cair segera diterapkan, kata Syahrul. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel, Lutfi Halide, mengatakan, penggunaan pupuk organik cair menghemat pemanfaatan pupuk anorgan ik hingga 50 persen. Untuk satu hektar tanaman padi hanya dibutuhkan 1 liter pupuk organik cair yang dijual berkisar Rp 60.000-Rp 65.000 per liter. Cara penggunaannya pun mudah. Petani cukup merendam benih dan menyemprotkan pupuk organik cair saat padi berusia 45 hari, ujar Lutfi. Pemanfaatan pupuk organik cair juga bisa mengurangi subsidi pupuk anorganik dari pemerintah pusat yang tahun ini mencapai Rp 15 triliun. Ketua tim teknis PT CSC, Wenten Astika, mengatakan, selain meningkatkan produktivitas rata -rata 28 persen, pupuk organik cair membuat padi lebih tahan terhadap hama wereng. Keberhasilan uji coba selama dua tahun di Barru telah menarik perhatian beberapa kabupaten lain di Sulsel. Pemerintah Kabupaten Wajo dan Soppeng sudah menyiapkan lahan 100 hektar untuk uji coba, ungkapnya. Wenten menambahkan, pihaknya tengah menjajaki pembangunan pabrik pupuk organik cair di Sulsel untuk menekan biaya impor dari Thailand. Apalagi, sekitar 70 persen bahan baku pembuatan pupuk organik cair, seperti cangkang k epiting dan tulang udang, banyak terdapat di Sulsel. Kalau Pemprov Sulsel beri lampu hijau, kami siap, kata Wenten. Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 23 Februari 2012
Yakin Menang Tanpa Rooney » 23 Februari 2012 Indosmelt Inves Rp5 T di Maros » 23 Februari 2012 Menpora "Amankan" Nazaruddin » 23 Februari 2012 Legislator Penerima Bansos Terungkap » 23 Februari 2012 Partai Demokrat Diasingkan di Pilkada Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
|
FAJAR TV
NasionalKamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 PolitikKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 HukumKamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Senin, 20 Februari 2012 EkonomiRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 HiburanKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 InternasionalRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 |

JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...
Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...
MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....
SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...
JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...
MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...
LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...
JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...
MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...
JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...
JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...
JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...
JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...
MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...
YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...
SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...
DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...