Home » Ekonomi dan Bisnis » Property

Senin, 16 Januari 2012 | 10:49:52 WITA | 780 HITS
Arsitek Kuno yang Tetap Fungsional

ARSITEKTUR rumah tua, tidak hanya lekat dengan sejarah yang mengiringinya. Tidak hanya mementingkan unsur fungsional pada satu bangunan rumah, bangunan kuno pun selalu menilik aspek kearsitekturan secara sosial.
Di  Makassar banyak sekali terdapat bangunan-bangunan tua zaman Belanda. Di beberapa ruas jalan seperti Jalan Sulawesi, Sungai Tangka dan Jalan Sudirman bangunan dengan arsitektur kuno masih tegar berdiri. Di antara bangunan tersebut, sebagian memang telah masuk daftar peninggalan sejarah yang dilindungi, terutama bangunan yang merupakan aset pemerintah, seperti rumah sakit, Gedung Mulo, Rumah Jabatan Gubernur, RumahJabatan Wali Kota Makassar dan rumah dinas pejabat lainnya.
Arsitektur kuno ini dominan memakai gaya ‘Indische Woohuis’ atau rumah jaman Hindia Belanda. Kita tidak akan mengulas bangunan per bangunan secara detail. Namun lebih kepada fungsional dan aspek kearsitekturan secara umum di zamannya.
Jalan Sungai Tangka salah satu kawasan dengan bangunan yang umumnya mempertahankan arsitektur kuno zaman Belanda. Rumah jabatan Gubernur Sulsel misalnya, muncul pada awak abad ke-19. Dibangunan dengan gaya ‘klasisisme tropis’ dengan ketajaman unsur-unsur klasik yang agak luntur.
Triyatni Martosenjoyo, Dosen Arsitektur Unhas sekaligus pendiri Komunitas Peduli Bangunan Tua Makassar pada suatu kesempatan mengungkapkan, kota ini memang harus mempertahankan bangunan tua yang bisa dinikmati oleh dunia, bukan karena ke’modern’annya, tetapi justru karena ke’klasik’annya serta kota yang apik dan cantik sebagai kota tua.
Syukur karena di beberapa ruas jalan, terutama di Jl Sudirman, Sungai Tangka dan kawasan kota lama lain masih menyisakan bangunan tua dan itu pula yang menjadi ciri khas kota Makassar sebagai kota tua.
Aristek kuno rumah tua di Makassar umumnya memiliki karateristik yang sama. Materialnya tetap menggunakan meterial lokal yang tersedia sehingga ‘melunakkan’ gaya klasik Eropanya. Untuk kaum Eropa, bangunan ini sebenarnya tidak bernilai tinggi dipandang dari sudut ukuran klasik, namun sangat cocok untuk iklim yang panas dan lembab seperti di Makassar, khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Ambil contoh Rumah Jabatan Gubernur. Bangunan tersebut merupakan rumah biasa, ‘Residentie Huis’ dalam gaya ‘Indische Woonhuis’ antara tahun 1850-an sampai tahun 1942, sebelum pendudukan Jepang. Sampai sekarang, sudah beberapa kali gedung di dipugar, diubah, ditambah dengan ruang-ruang baru.
Salah satu ciri terdapat teras besar yang terlindungi dari sinar matahari dengan adanya atap tambahan dan tiang-tiang besar dan di sekitarnya selalu terdapat taman luas, yang sekarang jarang ada di Makassar.
Rumah ini juga terdapat teras di lantai dua. Teras tidak begitu luas, namun difungsikan selain sebagai jalan masuk udara, sekaligus bercengkerama keluarga.
“Orang Belanda itu senang berpesta. Makanya, pembagian ruangan berukuran besar. Bahkan ruang tengaha atau sekarang sering disebut ruang keluarga, sanggup menampung hingga ratusan orang. Tak salah jika, ruang di rumah jabatan Gubernur luas dengan plafon yang tinggi mencapai delapan meter,” ungkap Syamsul, peñata interior di Makassar.
Pintu besar terdapat di setiap rumah. Itu dimanfaatkan, jika ada pesta yang lebih meriah dengan melibatkan banyak tamu. Rumah zaman Belanda juga kerap menjadi tempat kerja. Makanya ada ruangan khusus untuk bekerja dan melaksanakan aktivitas kantor. “Dari rumah pemimpin-pemimpin Belanda itu mengendalikan pemerintahan. Wajar jika selalu dilengkapi ruang kerja,” jelas Syamsul.
Yang menarik dari rumah tua ini, karena pemanfaatan ruang tetap fungsionalnya sesuai dengan kondisi sosial saat ini. Hampir semua rumah tua, hemat energi. Pemanfaatan ruang dipoles tanpa memikirkan teknologi listrik.
Rumah kuno juga umumnya memiliki beranda cukup luas. Itu kalau bangunanya berlantai dua. Bagian atas dari pembatas ini, dibuat agak lebar, untuk tempat duduk. Dinding pembatas ini ditutupi oleh material yang sederhana tapi cukup tahan lama, yaitu ubin atau beton. (aci)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...