Home » Ekonomi

Sabtu, 31 Desember 2011 | 13:01:22 WITA | 526 HITS
Kabel Bawah Laut Batam–Dumai–Melaka Rampung
XL Jamin Kualitas Layanan Data

JAKARTA, FAJAR -- Pembangunan konstruksi jaringan kabel bawah laut Batam-Dumai-Melaka (BDM) yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia secara langsung telah rampung. Ketersediaan jaringan serat optik sepanjang 400 kilometer ini akan memainkan peranan penting dalam mendorong dan mendukung penyediaan jaringan internasional yang berkualitas seiring dengan terus meningkatnya permintaan layanan data di kawasan ini.
Meningkatnya penyebaran permintaan layanan data di kawasan Asia, termasuk Malaysia dan Indonesia, yang mendorong pula adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna broadband dan layanan e-commerce menjadikan layanan jasa telekomunikasi tetap tumbuh dengan baik. Mempertimbangkan kondisi tersebut, maka PT XL Axiata Tbk bersama dengan Telekom Malaysia Berhad serta PT Mora Telematika Indonesia sepakat untuk dilakukannya pembangunan sistem BDM, serat optik bawah laut yang baru pada sistem jaringan antara kedua negara untuk memenuhi tuntutan ketersediaan tambahan jaringan yang lebih memadai. Selain untuk melayani kedua negara, sistem jaringan ini juga akan menyediakan interkoneksi dengan sistem jaringan utama yang menghubungkan Eropa, Amerika, Afrika, dan bagian lain di Asia melalui Malaysia.
Senior VP Business Strategy & Partnership XL, Johnson Chan, mengatakan, saat ini, permintaan layanan data terutama untuk mobile Internet berkembang dengan cepat. Pelanggan menuntut akses internet yang lebih baik, lebih cepat, dan bisa diandalkan. Kemitraan XL dengan Telekom Malaysia Berhad dan PT Mora Telematika Indonesia dalam membangun Batam- Dumai-Melaka Cable System, akan mendukung tujuan kami untuk memberikan layanan data yang lebih baik kepada pelanggan XL.
Adapun perjanjian kerjasama untuk konstruksi jaringan kabel bawah laut dan maintenance ini secara resmi telah ditandatangani bersama antara Telekom Malaysia Berhad, PT Mora Telematika Indonesia, dan PT XL Axiata Tbk pada bulan Februari 2011 lalu di Kuala Lumpur, dengan nilai investasi sekitar USD 7 juta. Pembangunan sistem kabel bawah laut ini, juga didukung oleh Huawei Marine Network (HMN) sebagai mitra teknologi.
Sistem kabel BDM terdiri dari 2 pasang serat yang dirancang untuk menyediakan setidaknya 1,28 Tbps, dengan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing, (DWDM) dan memiliki kemudahan untuk dapat dilakukan upgrade. BDM menghubungkan kedua negara dengan dua rute, yaitu Melaka-Batam dan Dumai-Melaka. Untuk Landing station di Malaysia disediakan oleh Telekom Malaysia, dan dua lainnya yang berada di di Indonesia oleh XL.
Sistem kabel BDM akan melengkapi sistem jaringan dengan kapasitas bandwidth besar yang tersedia di kawasan Asia Tenggara ini. Dengan kapasitas bandwidth yang besar dan teknologi transmisi berkualitas tinggi, sistem jaringan ini tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan atas pertumbuhan yang berkembang saat ini dan di masa mendatang, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap percepatan pembangunan ekonomi, industri, dan budaya di kedua negara. (asw)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...