Home » Nasional

Jumat, 30 Desember 2011 | 00:08:30 WITA | 393 HITS
Misterius, Asal Duit Gayus Rp102 Miliar

JAKARTA, FAJAR -- Satgas Pemberantasan Mafia Hukum belum puas dengan penanganan perkara mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Mereka masih geregetan dengan tidak diusutnya perusahaan-perusahaan penyuap Gayus hingga berjumlah Rp102 miliar. Mereka meminta Jaksa Agung Basrief Arief merampungkan kasus tersebut.
’’Proses yang sedang berjalan saat ini hanya sebatas aliran uang dari Robert Santonius senilai Rp 925 juta. Asal uang Gayus yang Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar hingga kini belum tersentuh,’’ kata anggota Satgas Mas Achmad Santosa kemarin.
Lelaki yang akrab dipanggil Ota itu menambahkan, penyidikan terhadap Gayus belum membongkar asal semua dana haram yang dimiliki Gayus. Terutama siapa perusahaan yang mengucurkan duit kepada Gayus agar terlepas dari beban pajak. ’’Penyidikan belum berhasil mengungkap siapa-siapa pemberi uang kepada Gayus,’’ katanya.
Dalam beberapa kesempatan, Gayus mengaku uang miliaran rupiah tersebut berasal dari perusahaan wajib pajak yang pengurusan pajaknya dia bantu. Di antaranya, tiga perusahaan Grup Bakrie. Yakni, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Bumi Resources Tbk, dan PT Arutmin. Saat bertugas di Ditjen Pajak, dia diduga menerima uang dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Ota yakin, masih banyak harta haram yang dimiliki Gayus. Dengan pengusutan tuntas sumber dana Gayus, akan diketahui siapa saja perusahaan-perusahaan yang berupaya mengemplang pajak. ’’Aset-aset milik Gayus serta keluarga di dalam negeri dan di luar negeri masih perlu diusut. Kejadian terakhir, Gayus tertipu di Rutan Cipinang Rp4,2 miliar. Itu menunjukkan bahwa aset Gayus dari hasil kejahatan masih banyak,’’ katanya.
Dalam penelusuran pemberi suap Gayus, penegak hukum memang terkesan maju mundur. Perusahaan-perusahaan pemberi suap tidak diusut. Saat jaksa agung muda pidana khusus (JAM pidsus) dijabat M. Amari, dia mengungkapkan bahwa penyidik masih menunggu hasil penelusuran yang dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang uang Gayus. (jpnn/sil)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Black box berisi cockpit voice recorder...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Tim investigasi dari Komite Nasional...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi...

Kamis, 17 Mei 2012 Satu persatu identitas korban pesawat Sukhoi Superjet 100...

Politik

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sejumlah kandidat calon wali kota...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Dinamika penentuan calon gubernur Sulsel...

Kamis, 17 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kandidat calon gubernur Sulsel, Andi...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Menkeu Agus Martowardojo telah menetapkan...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Hiburan

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Vokalis Band Nidji, Giring, mengaku...

Kamis, 17 Mei 2012 Penolakan Markas Besar Kepolisian mengeluarkan izin untuk...

Kamis, 17 Mei 2012 JAKARTA -- Pelawak Sule, berencana memboyong keluarganya...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Internasional

Kamis, 17 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Mahasiswa asal Sulsel menunjukkan...

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...