Home » Teknologi Informasi » Yang Lain

Senin, 28 November 2011 | 13:46:53 WITA | 2121 HITS
Video Iklan Mewabah Lewat YouTube

JAKARTA -- Anda pasti pernah menyaksikan sebuah video dari YouTube yang berhasil menjadi ‘virus’ di dunia maya. Seperti video iPhone yang diblender. Apa penjelasan di balik fenomena ini?
Lebih dari 10 juta orang telah menonton video YouTube iPhone yang dilumatkan dalam blender (http://www.youtube.com/watch?v=qg1ckCkm8YI&feature=player_embedded). Video ini sebenarnya merupakan komersial untuk Blendtec, perusahaan yang kemungkinan besar belum banyak didengar orang.
Namun, berkat klip video yang mewabah ini, Blendtec membiarkan jejaring sosial menyebarkan nama dan pesannya dibanding harus mengeluarkan uang untuk kampanye iklan massal dan hal ini bekerja seperti jimat.
“Film Virus” merupakan cawan suci baru untuk periklanan. Namun, untuk membuat video semacam ini sangatlah sulit. Hanya yang terbaik di antaranya yang bisa mengatasi sedikit gangguan perasaan orang saat mereka menyadari video yang mereka nikmati sebenarnya iklan dan secara sukarela berbagi dengan teman-temannya.
Profesor pemasaran Brent Coker di University of Melbourne, Australia, mengatakan, “Memastikan keberhasilan film virus sebagian besar masih seperti hit-and-run. Bayi, kelakar dan aksi tertentu tampaknya bisa menjadi sukses besar di beberapa kesempatan namun bisa berubah menjadi bencana kegagalan pada orang lain”.
Jadi, apa definisi iklan besar yang membuat pengguna mau mengunggahnya di Twitter atau Facebook? Coker memiliki resep untuk kesuksesan ini. Resep ini disebut algoritma film virus prediktor bermerek. Menurut algoritma ini, empat bahan yang diperlukan video ini untuk bisa menjadi virus adalah kongruensi, kekuatan emosional, keterlibatan jaringan, dan sinergi ‘meme’ pasangan.
Pertama, tema video harus kongruen dengan pengetahuan merek yang sudah ada di masyarakat. “Contohnya, Harley Davidson bagi kebanyakan orang dikaitkan dengan kebebasan, otot, tato, dan keanggotaan,” jelas Coker.
Video yang memperkuat asosiasi itu akan menemukan persetujuan, “Namun, begitu orang menyaksikan asosiasi merek itu tak konsisten dengan pengetahuan merek yang sudah ada, ini akan menjadi suatu ketegangan,” lanjutnya.
Dalam kasus terakhir, beberapa orang akan berbagi video, dan video itu akan dengan cepat ‘punah’. Kedua, produksi video-video virus saja dengan daya tarik emosional yang kuat, makin ekstrim makin baik.
Video lucu dan bahagia tak cenderung hilang seperti video menakutkan atau menjijikkan, kata Coker. Ketiga, video harus relevan dengan jaringan besar orang, mahasiswa atau pekerja kantor, misalnya.
Terakhir, Coker memiliki 16 konsep yang dikenal di internet sebagai ‘meme’ di mana video virus yang diproduksi cenderung menjadi virus jika memiliki pasangan yang tepat dengan konsep-konsep ini.
“Saat dipadukan, beberapa perpaduan muncul agar bisa bekerjasama secara lebih baik dibanding lainnya,” katanya. Misalnya, konsep yang ia sebut Voyeur di man saat video rekaman tampak seperti dari ponsel seseorang dan bekerja dengan baik jika dipadukan dengan Kejutan Mata.
Ini juga bekerja dengan baik jika dipadukan Pemicu Simulasi di mana saat ‘pemirsa membayangkan diri mereka berteman dengan orang-orang dalam video dan berbagi cita-cita yang sama,’ katanya.
Menurut Coker, salah satu video virus yang menggunakan ketiga meme tersebut dan mencontohkan strategi BVMP lainnya adalah iklan 2007 Quiksilver (http://www.youtube.com/watch?v=6xfBNxNds0Q&feature=player_embedded).
Rekaman kasar ini menampilkan peselancar melemparkan dinamit di sungai dan berselancar pada gelombang yang dihasilkannya. Video ini sendiri dengan cepat mendapat satu juta hits. [mdr]

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin,...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Kota Makassar, Sulsel bersama empat kota lainnya...

Rabu, 16 Mei 2012 BOGOR, FAJAR -- Kotak hitam (black box) Sukhoi Super Jet...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Politik

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR--DPC Hanura Takalar resmi merekomendasikan...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR--Massa pendukung cagub Sulsel, Andi...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Andi Muttamar Mattotorang buka-bukaan...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sanksi tegas berupa pemecatan sebagai...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Selasa, 15 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Indonesia merupakan negara produsen biji...

Selasa, 15 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Meski bursa masih dibayangi krisis Eropa...

Hiburan

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Selasa, 15 Mei 2012 Kabar gembira bagi Anda penggemar band rock Linkin Park....

Selasa, 15 Mei 2012 Musisi ternama Indonesia, Ahmad Dhani, menyatakan bahwa...

Senin, 14 Mei 2012 BANDUNG, FAJAR -- The Mirror Never Lies berhasil menjadi...

Internasional

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...

Rabu, 09 Mei 2012 KUALA LUMPUR – Bau Asseng, mahasiswi University...