![]() |
|
Home »
Ekonomi
Kamis, 27 Oktober 2011 | 10:37:49 WITA | 420 HITS Produksi Daging NTT Tertinggi Investor Keluhkan Masalah Lahan Int
Namun sejak 10 tahun terakhir, NTT tidak lagi menjadi gudang ternak. Gudangnya, ada tapi ternaknya terus berkurang. Salah satu yang menjadi persoalan adalah kebiasaan warga NTT untuk melakukan pemotongan sapi-sapi betina produktif untuk konsumsi. "Kami mendapati sebagian besar pemotongan sapi betina produktif terjadi di NTT. Ini menjadi kekuatiran suatu saat nanti populasi sapi di NTT akan turun," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kemtan) RI, Hari Priyono saat menjadi panelis dalam acara Nusa Tenggara Investment Day yang digelar Bank Mandiri di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/10). Terkait hal ini, Hari mengatakan bahwa Kemtan membuat program pengembangan peternakan di Nusa Tenggara, khususnya di NTT dengan mengupayakan agar populasi sapi betina produktif tetap terpelihara, yakni dengan menyiapkan anggaran agar bila rakyat ingin menjual sapi betinanya, silahkan menjual kepada pemerintah. "Ini upaya kita untuk menyelematkan populasi sapi betina produktif," kata Hari. Hari mengatakan, data Kemtan hingga 2011, jumlah produksi daging yang dihasilkan dari NTT, NTB dan Bali masih didominasi Provinsi NTT. "Produksi daging masih tertinggi NTT, menyusul NTB dan Bali," bebernya. Disebutkan, berdasarkan data Kemtan, pada 2010 produksi daging dari NTT-NTB-Bali mencapai 23,3 ribu ton dan 2011 mencapai 30,9 ribu ton. Untuk 2012, Kemtan menargetkan produksi daging dari NTT-NTB-Bali sebanyak 33,5 ribu ton, pada 2013 ditargetkan 36,5 ribu ton, dan 2014 diharapkan total produksi mencapai 39,5 ribu ton. "Target ingin realistis karena NTT dan NTB khususnya masih sangat potensial untuk pengembangan ternak," kata Hari. Kalau produksi daging, NTT terbesar, maka produksi jagung, Kemtan mencatat Provinsi Bali sebagai produsen terbesar untuk tiga wilayah itu, setelah NTT dan NTB. Pada tahun 2010, produksi jagung dari Bali, NTB dan NTT mencapai 969 ribu ton. Tahun 2011 terjadi peningkatan menjadi 1,4 juta ton. "Karena itu untuk tahun 2012 kita targetkan produksi sebesar 1,6 juta ton, tahun 2013 sebesar 1,7 juta ton dan tahun 2014 sebesar 1,9 juta ton," papar Hari. Apa yang disampaikan Hari Priyono ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pengusaha yang hadir dalam acara tersebut. Hanya beberapa diantaranya mengeluhkan soal persoalan lahan yang menjadi penghambat investasi di Nusa Tenggara, khususnya di NTT. Andi Hanif (Intan Karenta) misalnya mengatakan, sejak tiga tahun terakhir dirinya telah melakukan investasi di NTT. Hanya dirinya mengalami banyak hambatan dan kendala, khususnya soal lahan. "Tadi bapak Gubernur bilang lahan di NTT masih luas, tapi dari pengalaman saya yang sudah turun ke NTT, banyak lahan yang sudah dikapling-kapling, banyak tanah ulayat dan lain sebagainya. Ditingkat eksekutor (Pemda, Red) tidak berjalan baik. Penyelesaian masalah lahan sering tidak maksimal," ungkap Andi. Bambang, seorang pengusaha sektor peternakan juga mengeluhkan hal yang sama. Bambang mengatakan sering tidak ada sinkronisasi antar instansi pemerintah, khususnya dalam proses perizinan. "Kami meminta kiranya Pak Gubernur bisa mengatur sehingga kami tidak disulitkan saat mengurus proses perizinan," kata Bambang. Sekjend Kemtan. Hari Priyono juga senada dengan dua pengusaha Jakarta yang mengajukan pertanyaan kepada dirinya dan juga Gubernur NTT itu. Menurut Hari, masalah lahan merupakan salah satu penghambat investasi pertanian di NTT. Tapi Hari memberi solusi bahwa, dalam mengembangkan investasi di NTT, kepemilikan lahan seharusnya tak menjadi persoalan, karena yang paling penting adalah penguasaan terhadap produk. Karena itu, perlu dilakukan kerjasama yang baik antara pengusaha dan pemilik lahan. "Yang penting kan produknya, bukan lahan. Jadi masyarakat pemilik lahan bisa diajak kerjasama. Investasi dibidang pertanian tak harus menguasai lahan, tapi bagaimana bisa bekerjasama dengan pemilik lahan, mereka dibina sebagai plasma-plasma untuk mendukung usaha pengembangan produksi ternak," usul Hari. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang tampil bersama Hari Priyono dan Mari Elka Pangestu menjadi narasumber mengakui jika persoalan lahan masih menjadi persoalan di NTT. Ini karena kepemilikan lahan masih bersifat komunal di NTT. Meski demikian, Frans Lebu Raya berharap agar keluhan tersebut tidak menghentikan upaya para investor untuk berinvestasi di NTT. "Jika terkendala soal masalah lahan, mari bekerjasama dengan pemerintah, ini agar proses pembebasan lahan bisa tersosialisasikan lebih baik. NTT sampai saat ini masih sangat kondusif dan aman untuk investasi. Jadi bapak/ibu mari berinvestasi di NTT. Masyarakat selalu siap untuk bekerjasama," kata Frans Lebu Raya. (aln/fmc) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 17 Mei 2012
Tak Akan Lantik Kepala Daerah Baru » 17 Mei 2012 Asmaun Desak Penerima Dibawa ke Pengadilan » 17 Mei 2012 Komodo Resmi Jadi Keajaiban Dunia » 17 Mei 2012 Menang Tipis, Peluang PSM Menipis » 17 Mei 2012 Jenazah Kameramen Trans TV Ditemukan Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
![]() |
|
FAJAR TV
NasionalRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 PolitikRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 HukumRabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 Selasa, 08 Mei 2012 EkonomiRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 HiburanRabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Senin, 14 Mei 2012 InternasionalSenin, 14 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 Rabu, 09 Mei 2012 Rabu, 09 Mei 2012 |


JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin,...
JAKARTA -- Kota Makassar, Sulsel bersama empat kota lainnya...
BOGOR, FAJAR -- Kotak hitam (black box) Sukhoi Super Jet...
JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...
MAKASSAR, FAJAR -- Andi Muttamar Mattotorang buka-bukaan...
MAKASSAR, FAJAR -- Sanksi tegas berupa pemecatan sebagai...
MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...
JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...
JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...
JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...
JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...
MAKASSAR, FAJAR -- Meski bursa masih dibayangi krisis Eropa...
JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...
Kabar gembira bagi Anda penggemar band rock Linkin Park....
Musisi ternama Indonesia, Ahmad Dhani, menyatakan bahwa...
BANDUNG, FAJAR -- The Mirror Never Lies berhasil menjadi...
KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...
MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...
ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...
KUALA LUMPUR – Bau Asseng, mahasiswi University...