![]() |
|
Home »
Ekonomi dan Bisnis »
Yang Lain
Kamis, 08 September 2011 | 01:46:17 WITA | 775 HITS Koran Bebas Pemeriksaan X-Ray Kargo Masuk Kategori Barang Khusus di Bandara INT
ILUSTRASI JAKARTA, FAJAR -- Kementerian Perhubungan melunak soal pemeriksaan kargo udara oleh perusahaan regulated agent (RA). Setelah diprotes berbagai kalangan, akhirnya keluar surat edaran yang membebaskan beberapa jenis muatan tertentu dari kewajiban pemeriksaan kargo yang dilakukan di luar bandara tersebut. "Telah terbit surat edaran tentang berbagai jenis muatan yang dikategorikan sebagai barang khusus bebas pemeriksaan regulated agent, dengan catatan tidak mengandung bahan berbahaya. Mereka cukup bikin surat pernyataan bahwa barang yang mereka kirim tidak berbahaya, jadi tidak perlu antre untuk di X-Ray," ujar Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, kemarin. Muatan-muatan tersebut dikategorikan sebagai barang yang masuk dalam perlakuan khusus. Untuk sementara waktu, Kemenhub memberikan toleransi pembebasan pemeriksaan keamanan melalui fasilitas yang dimiliki regulated agent. "Mereka bisa memberikan surat pernyataan bebas bahan berbahaya di pintu masuk area kargo kepada petugas," ungkapnya. Perlakuan khusus terhadap sejumlah jenis muatan itu ditujukan untuk menjawab protes berbagai kalangan tentang ruwetnya pemeriksaan kargo yang menyebabkan terhambatnya pengiriman barang. Surat pernyataan terhadap barang tertentu harus dikeluarkan regulated agent yang menangani pemeriksaan. "Kargo atau pos tersebut harus dikirim dengan dokumen Surat Muatan Udara (SMU) tersendiri dan tidak dicampur atau disatukan dengan barang lain," kata dia. Sementara itu salah satu pimpinan regulated agent, Ibrahim, dari PT Gita Avia Trans, mengatakan bahwa pemeriksaan kargo yang diangkut pesawat udara memang harus dilakukan demi alasan keamanan. Memang ada konsekuensinya, yakni waktu pengiriman akan menjadi lebih lama dari biasanya. "Untuk koran sudah dibebaskan, jadi kalau ada agen (pengiriman) yang bilang masih bayar, tanyakan agennya bayar ke siapa," katanya. PT Gita Avia Trans, kata Ibrahim, sudah mendapatkan izin sebagai RA sejak setahun lalu. Dalam jangka waktu itu, pihaknya sudah menyiapkan sumber daya manusia dan peralatan. "Sekarang kami punya SDM yang besertifikat aviation security (avsec) dan dangerous good (DG), 16 X-Ray, beberapa truk hingga explosive detector," ungkapnya. Pihaknya juga sudah menurunkan tarif yang diumumkan sebelumnya dari Rp700 hingga Rp750 per kilogram menjadi Rp400 per kilogram. Itu dilakukan melalui program efisiensi di berbagai lini, sehingga biaya produksi turun. "Kami sudah turunkan tarif sangat signifikan. Bagaimanapun ini bisnis yang investasinya harus kembali. Kami tidak bisa lebih rendah dari itu," terangnya. Di bagian lain, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti mengakui bahwa Menteri Perhubungan tetap ingin agar tarif pemeriksaan RA di Indonesia bisa lebih rendah atau setara dengan negara-negara tetangga. "Kisarannya antara Rp90 hingga Rp100 per kilogram. Untuk itu kami telah membentuk tim kecil yang terdiri dari seluruh stake holder untuk menghitung biaya produksi bisnis RA, berapa sebenarnya mereka bisa beri tarif yang pas," tandasnya. Kajian mengenai tarif itu diharapkan bisa diselesaikan selama seminggu ke depan sembari tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan RA sejak 3 September lalu di bandara Soekarno-Hatta. "Semua pihak yang ikut rapat di Kemenhub tadi sepakat bahwa ini harus tetap jalan. Nanti kalau harus ada revisi, ya kita revisi. Jadi kalau sampai ada pesawat meledak, RA yang harus tanggung jawab, berarti pemeriksaannya tidak benar," jelasnya. (jpnn/upi) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 17 Mei 2012
Tak Akan Lantik Kepala Daerah Baru » 17 Mei 2012 Asmaun Desak Penerima Dibawa ke Pengadilan » 17 Mei 2012 Komodo Resmi Jadi Keajaiban Dunia » 17 Mei 2012 Menang Tipis, Peluang PSM Menipis » 17 Mei 2012 Jenazah Kameramen Trans TV Ditemukan Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
![]() |
|
FAJAR TV
NasionalRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 PolitikRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 HukumRabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 Selasa, 08 Mei 2012 EkonomiRabu, 16 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 HiburanRabu, 16 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Selasa, 15 Mei 2012 Senin, 14 Mei 2012 InternasionalSenin, 14 Mei 2012 Sabtu, 12 Mei 2012 Rabu, 09 Mei 2012 Rabu, 09 Mei 2012 |


JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin,...
JAKARTA -- Kota Makassar, Sulsel bersama empat kota lainnya...
BOGOR, FAJAR -- Kotak hitam (black box) Sukhoi Super Jet...
JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...
MAKASSAR, FAJAR -- Andi Muttamar Mattotorang buka-bukaan...
MAKASSAR, FAJAR -- Sanksi tegas berupa pemecatan sebagai...
MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...
JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...
JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...
JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...
JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...
MAKASSAR, FAJAR -- Meski bursa masih dibayangi krisis Eropa...
JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...
Kabar gembira bagi Anda penggemar band rock Linkin Park....
Musisi ternama Indonesia, Ahmad Dhani, menyatakan bahwa...
BANDUNG, FAJAR -- The Mirror Never Lies berhasil menjadi...
KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...
MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...
ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...
KUALA LUMPUR – Bau Asseng, mahasiswi University...