Home » Makassar Hari Ini » Peristiwa

Senin, 06 Juni 2011 | 01:30:03 WITA | 1216 HITS
Visit South Sulawesi Terancam
Jalan Trans Masih Terhambat Pembebasan Lahan

MAKASSAR -- Perjalanan lama dan tidak nyaman. Dua hal itu dirasakan turis asal Prancis saat melintasi jalan poros Parepare-Makassar dalam perjalanan pulang dari Tana Toraja belum lama ini.
Poros ini akan menjadi ganjalan utama program kunjungan wisata Sulsel (Visit South Sulawesi 2012) tahun depan. Padahal program ini tengah dijual Pemprov Sulsel ke berbagai negara dengan biaya mahal.
Tour guide Alex, yang memandu beberapa turis asal Prancis belum lama ini, mengaku mereka sudah kapok berkunjung kali kedua ke Sulsel.
"Ini pengalaman buruk bagi wisatawan asing dan pengguna jasa lainnya. Karena jalan terbengkalai, penumpang bus sangat tidak nyaman, dan waktu tempuh ukup lama," kata Alex kesal.
Dengan pengakuan tersebut, tidak salah jika infrastruktur diklaim sebagai penghambat utama pembangunan dunia kepariwisataan Sulsel. Turis tersebut bahkan mengaku kecewa dan tersiksa saat melewati jalur Makassar-Parepare. Soalnya, kondisi jalan sebagian mulus, dan sebagian lagi masih terpotong-potong. Sehingga, turis yang diantar oleh guide tersebut mengaku tak akan lagi ke Sulsel. "Ini perjalanan sekaligus pengalaman paling buruk bagi kami," kata Alex.
Lebih parah lagi, jika turis yang dipandu Alex membagi-bagikan pengalaman mereka melintasi poros Makassar-Parepare sebagai "oleh-oleh" untuk keluarga, dan rekan-rekan mereka. Ini, sangat kontradiktif dengan promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel ke beberapa negara dengan biaya mahal.
Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain juga mengimbau agar jalan poros Makassar-Parepare ini segera dibenahi. Sebab, imbasnya tidak hanya terasa pada industri pariwisata, tetapi juga distribusi barang lokal.
Kekesalan atas kondisi poros Makassar-Parepare hampir dialami semua pengguna jasa yang melintasi jalan tersebut. "Makassar-Parepare yang hanya 150 kilometer harus ditempuh sampai enam jam. Sangat melelahkan," kata Nila seorang bankir swasta yang bertugas di Kantor Cabang Kota Parepare.
Faktor-faktor ini seharusnya disikapi pemerintah dengan melakukan langkah cepat dan tepat. Infrastruktur ini semestinya menjadi prioritas utama untuk memacu pariwisata. Apalagi menyongsong South Sulawesi 2012.
Sayang, Pemprov Sulsel lebih memprioritaskan kunjungan luar negeri dengan biaya mahal untuk melakukan promosi pariwisata. Padahal pondasi utamanya, berupa infrastruktur tidak mendukung. Akibatnya, turis hanya datang sekali dan tidak akan datang untuk kali kedua.
Lalu apa sikap pemerintah atas keluhan yang tidak hanya dari masyarakat tetapi juga turis mancanegara?
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, H Nurdin Samaila, yang dikonfirmasi tadi malam menyampaikan, proyek jalan tersebut diperkirakan akan rampung akhir 2011, kecuali sekitar 6 kilometer yang tersebar di beberapa lokasi.
Menurut Nurdin, kontrak jalan poros Makassar-Parepare sekitar 28 kilometer, dan yang sudah terkontrak 2011 sepanjang 22 kilometer. Menurutnya, jika persoalan lahan selesai Desember 2011, maka kontrak 22 kilometer akan selesai juga pada akhir tahun ini. Kecuali sisa 6 kilometer yang tersebar di beberapa lokasi, antara lain, Maros, Pangkep, Segeri, juga Pekkae (Barru), dan akan diusulkan pada 2012 mendatang.
Sementara untuk jembatan, sebut dia, sisa 22 buah, dan 11 buah sudah terkontrak dan sedang dikerjakan saat ini. "Diharapkan jembatan ini juga bisa selesai akhir 2012,” " ungkap Nurdin.
Dia menambahkan, untuk panjang jalan yang tersisa, masih terhambat pada pembebasan lahan. Ada yang panjangnya sekitar 50 meter dan tersebar di beberapa titik, sehingga terakumulasi 6 kilometer. Saat ini, kata Nurdin, pihaknya bersama pemda setempat sedang menegosiasikan dengan pemilik lahan. "Banyak yang sementara mencari akta-akta dan sertifikatnya, ada juga yang pemiliknya sedang merantau ke daerah lain," jelas Nurdin. (asw)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin,...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Kota Makassar, Sulsel bersama empat kota lainnya...

Rabu, 16 Mei 2012 BOGOR, FAJAR -- Kotak hitam (black box) Sukhoi Super Jet...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Politik

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR--DPC Hanura Takalar resmi merekomendasikan...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR--Massa pendukung cagub Sulsel, Andi...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Andi Muttamar Mattotorang buka-bukaan...

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Sanksi tegas berupa pemecatan sebagai...

Hukum

Rabu, 16 Mei 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Sidang dugaan penyelewengan dana Bantuan...

Selasa, 15 Mei 2012 JAKARTA -- Tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian...

Sabtu, 12 Mei 2012 JAKARTA  -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Selasa, 08 Mei 2012 WATAMPONE, FAJAR -- Dugaan adanya aliran dana kredit fiktif...

Ekonomi

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA -- Walaupun selama lima tahun terakhir ini jumlah...

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Untuk mengurangi pengangguran di...

Selasa, 15 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Indonesia merupakan negara produsen biji...

Selasa, 15 Mei 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Meski bursa masih dibayangi krisis Eropa...

Hiburan

Rabu, 16 Mei 2012 JAKARTA, FAJAR -- Polda Metro Jaya menolak terselenggaranya...

Selasa, 15 Mei 2012 Kabar gembira bagi Anda penggemar band rock Linkin Park....

Selasa, 15 Mei 2012 Musisi ternama Indonesia, Ahmad Dhani, menyatakan bahwa...

Senin, 14 Mei 2012 BANDUNG, FAJAR -- The Mirror Never Lies berhasil menjadi...

Internasional

Senin, 14 Mei 2012 KUALA LUMPUR, FAJAR -- Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan...

Sabtu, 12 Mei 2012 MOSKOW, FAJAR -- Kecelakaan pesawat buatan Sukhoi yang...

Rabu, 09 Mei 2012 ARAB SAUDI -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono melalui...

Rabu, 09 Mei 2012 KUALA LUMPUR – Bau Asseng, mahasiswi University...