Home » Nasional

Kamis, 20 Januari 2011 | 00:10:10 WITA | 910 HITS
Lacak Pembuat Testimoni Gayus

JAKARTA -- Testimoni Gayus Tambunan yang disampaikan usai sidang putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin, perlu diklarifikasi. Demikian diungkapkan Bambang Widjojanto usai bertandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu 19 Januari.

“Karena sudah disiapkan sebelumnya dan tertulis, jadi perlu ditanyakan, apakah Gayus yang bikin atau ada pihak lain,” ujar mantan praktisi hukum yang pernah menjadi calon ketua KPK ini.

Mengenai kebenaran testimoni Gayus, Bambang mengatakan hal itu tentu perlu diuji. Mulai dari penekanan oleh personel Satgas Pemeberantasan Mafia Hukum Dr Denny Indrayana, keterlibatan agen CIA, penyebutan keterlibatan petinggi Direktorat Pajak, dan sejumlah pernyataan lainnya yang diutarakan terpidana penggelapan pajak yang divonis tujuh tahun penjara hari ini tersebut. “Benar apa tidak, kan Gayus yang tahu,” ungkapnya menambahkan.

Karena itu, imbuh Bambang, mestinya Denny Indrayana dan anggota Satgas tidak cukup hanya memberikan paparan bantahan atas testimoni Gayus. Justru yang dibutuhkan oleh masyarakat atau publik saat ini adalah penjelasan secara rinci tentang duduk persoalan yang sebenarnya seperti apa mengenai runyamnya penegakan hukum dengan Gayus sebagai aktornya. “Kalau hanya saling bantah, tidak akan pernah selesai,” tandasnya.

Pantas Dilindungi

Di pihak lain, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku belum melakukan apa pun untuk memberikan perlindungan kepada terpidana kasus mafia pajak, Gayus Tambunan.Perlindungan baru akan diberikan jika permohonan dari yang bersangkutan maupun dari pengacara dan keluarga.

MAsalahnya, ungkap Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai, sampai kemarin, pihak Gayus belum mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK. Padahal seperti diberitakan dalam persidangan sebelumnya, Gayus mensinyalir ada pihak-pihak yang mengancam nyawanya. Antara lain, mengatur sejumlah kasus, termasuk kepergiannya ke Macau, Singapura, dan Malaysia.

Settingan ini, nilai Gayus, sangat jelas karena menginginkan dirinya mati. Ini bisa jadi karena akibat kasus testimony Gayus, sejumlah  instansi ditelanjangi satu per satu. Mulai dari polisi, jaksa, hakim, petugas lapas, hingga pihak imigrasi. Konsekuensinya Gayus mendapat ancaman pembunuhan.

Soal LPSK tidak mendatangi Gayus, Abdul Haris mengatakan, itu terbentur undang-undang. “Ketentuannya menyebutkan perlindungan akan diberikan jika ada permohonan dari yang bersangkutan. Tapi pengacara dan keluarganya sampai saat ini belum ada pengajuan,” ungkap Abdul Haris. (jpnn)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...

Rabu, 22 Februari 2012 Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...

Rabu, 22 Februari 2012 MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....

Rabu, 22 Februari 2012 SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...

Politik

Kamis, 23 Februari 2012 JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Kecondongan cagub incumbent, Syahrul...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan...

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...

Hukum

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...

Selasa, 21 Februari 2012 LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...

Senin, 20 Februari 2012 JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Sabtu, 18 Februari 2012 Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini....

Ekonomi

Rabu, 22 Februari 2012 MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...

Selasa, 21 Februari 2012 JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...

Hiburan

Kamis, 23 Februari 2012 MAKASSAR,FAJAR -- Suasana lain dari biasanya membahana di...

Kamis, 23 Februari 2012 Penyanyi asal Inggris, Adele kembali menunjukkan...

Rabu, 22 Februari 2012 JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...

Rabu, 22 Februari 2012 MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...

Internasional

Rabu, 22 Februari 2012 YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...

Rabu, 22 Februari 2012 SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...

Rabu, 22 Februari 2012 ATHENA, FAJAR -- Uni Eropa kembali menggelontarkan 130...

Rabu, 22 Februari 2012 DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...