![]() |
|
Home »
Nasional
Kamis, 20 Januari 2011 | 00:10:10 WITA | 910 HITS Lacak Pembuat Testimoni Gayus ANBAS/FAJAR
Grafis “Karena sudah disiapkan sebelumnya dan tertulis, jadi perlu ditanyakan, apakah Gayus yang bikin atau ada pihak lain,” ujar mantan praktisi hukum yang pernah menjadi calon ketua KPK ini. Mengenai kebenaran testimoni Gayus, Bambang mengatakan hal itu tentu perlu diuji. Mulai dari penekanan oleh personel Satgas Pemeberantasan Mafia Hukum Dr Denny Indrayana, keterlibatan agen CIA, penyebutan keterlibatan petinggi Direktorat Pajak, dan sejumlah pernyataan lainnya yang diutarakan terpidana penggelapan pajak yang divonis tujuh tahun penjara hari ini tersebut. “Benar apa tidak, kan Gayus yang tahu,” ungkapnya menambahkan. Karena itu, imbuh Bambang, mestinya Denny Indrayana dan anggota Satgas tidak cukup hanya memberikan paparan bantahan atas testimoni Gayus. Justru yang dibutuhkan oleh masyarakat atau publik saat ini adalah penjelasan secara rinci tentang duduk persoalan yang sebenarnya seperti apa mengenai runyamnya penegakan hukum dengan Gayus sebagai aktornya. “Kalau hanya saling bantah, tidak akan pernah selesai,” tandasnya. Pantas Dilindungi Di pihak lain, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku belum melakukan apa pun untuk memberikan perlindungan kepada terpidana kasus mafia pajak, Gayus Tambunan.Perlindungan baru akan diberikan jika permohonan dari yang bersangkutan maupun dari pengacara dan keluarga. MAsalahnya, ungkap Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai, sampai kemarin, pihak Gayus belum mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK. Padahal seperti diberitakan dalam persidangan sebelumnya, Gayus mensinyalir ada pihak-pihak yang mengancam nyawanya. Antara lain, mengatur sejumlah kasus, termasuk kepergiannya ke Macau, Singapura, dan Malaysia. Settingan ini, nilai Gayus, sangat jelas karena menginginkan dirinya mati. Ini bisa jadi karena akibat kasus testimony Gayus, sejumlah instansi ditelanjangi satu per satu. Mulai dari polisi, jaksa, hakim, petugas lapas, hingga pihak imigrasi. Konsekuensinya Gayus mendapat ancaman pembunuhan. Soal LPSK tidak mendatangi Gayus, Abdul Haris mengatakan, itu terbentur undang-undang. “Ketentuannya menyebutkan perlindungan akan diberikan jika ada permohonan dari yang bersangkutan. Tapi pengacara dan keluarganya sampai saat ini belum ada pengajuan,” ungkap Abdul Haris. (jpnn) Comment on Facebook
Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id Informasi Pemasangan Iklan Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id Telepon 0411-441441 (ext. 1437). |
Berita Utama:
» 23 Februari 2012
Yakin Menang Tanpa Rooney » 23 Februari 2012 Indosmelt Inves Rp5 T di Maros » 23 Februari 2012 Menpora "Amankan" Nazaruddin » 23 Februari 2012 Legislator Penerima Bansos Terungkap » 23 Februari 2012 Partai Demokrat Diasingkan di Pilkada Berita Populer:
» 02 Maret 2011
Beli TV di Metro, Langsung Rusak » 07 Februari 2011 Julia Perez, Sex, Lying & Love » 05 Mei 2011 Krisdayanti, Bercerai Gara-gara Ranjang » 07 Februari 2011 Video Porno Luna, Ariel Diduga Melanggar HAM » 02 Maret 2011 Bisa Video Chat di Facebook » 22 Maret 2011 Syahrini, Sindir Anang Lewat Lagu » 25 Januari 2011 Mahasiswa UGM Mengaku Pembuat Jejak UFO di Sleman |
Grup Fajar |
Mitra Fajar
Sumatera Ekspres
| STIM NITRO
| Rakyat Aceh
| Kaltim Post
| Jawa Pos
| Info Indo
| Indo Pos
| Graha Pena
| FIPO
|
|
FAJAR TV
NasionalKamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 PolitikKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 HukumRabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Senin, 20 Februari 2012 Sabtu, 18 Februari 2012 EkonomiRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 Selasa, 21 Februari 2012 HiburanKamis, 23 Februari 2012 Kamis, 23 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 InternasionalRabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 Rabu, 22 Februari 2012 |

JAKARTA, FAJAR -- Andi Alifian Mallarangeng kembali...
Kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan angkutan umum,...
MULAI April nanti, tiket elektronik busway akan berubah....
SEKITAR 2,3 juta jiwa warga DKI Jakarta masih belum terekam...
JAKARTA, FAJAR -- Kemungkinan tidak beresnya data penduduk...
MAKASSAR, FAJAR -- Pasangan Semangat Baru Sulsel, Sulsel,...
MAKASSAR,FAJAR -- Punggutan Liar (Pungli) terkait...
LAPORAN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan...
JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...
Nama Miranda Swaray Gultom makin fenomenal belakangan ini....
MAMUJU -- Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi...
JAKARTA - Sempat terhenti mulai 2009 sampai sekarang,...
JAKARTA -- Pemerintah akan membuat cadangan beras baru...
JAKARTA -- Presiden Direktur PT Schroder Investment...
JAKARTA - Perceraian sepertinya sama sekali tidak...
MAKASSAR, FAJAR -- Film Republik Twitter menjadi salah satu...
YUNANI - Setelah sekitar 13 jam melakukan perundingan,...
SANAA--Rakyat Yaman akhirnya memilih presiden baru sebagai...
DUBLIN, FAJAR -- Wakil Presiden (Wapres) China, Xi Jinping,...