Topic
Sat,04 May 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Ini PSM!

MAKASSAR, FAJAR -- Pasukan Ramang membutuhkan semangat berlipat dalam menghadapi laga kontra Semen Padang di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Minggu 5 Mei nanti. Andi Oddang dkk diharap memberikan perlawanan maksimal. Dengan segudang permasalahan yang mendera, jalan yang harus dilalui pada laga kedelapan Indonesian Premier League (IPL) musim ini memang tidak mudah. Terlebih, Kabau Sirah --julukan Semen Padang FC, yang notabene juara bertahan musim lalu, saat ini masih menduduki puncak klasemen dengan status tak terkalahkan. Di atas kertas, Semen Padang FC masih diunggulkan. Titus Bonay dkk saat ini juga sedang on fire. Bukan hanya di IPL, dalam lanjutan Piala AFC di laga terakhir mereka meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas wakil India, Churchill Brothers. Melawat ke Makassar sudah pasti mereka juga membidik kemenangan. Pemilik klub Makassar United (MU), Ryan Latief, mengatakan harus diakui kondisi Andi Oddang dkk saat ini tidak dalam kondisi terbaik. Berbagai masalah masih menaungi PSM. Mulai dari pemain yang cedera, akumulasi kartu, hingga yang teranyar, gaji yang tersendat-sendat. Masalah terakhir ini dianggap yang paling menganggu konsentrasi tim. Namun untuk saat ini, PSM harus lepas dari belenggu-belenggunya. "Saatnya kembalikan semangat. Paentengi siri'nu. Anak Makassar tidak pernah gentar melawan tim mana pun, siapa pun tim itu," ujar Ketua Pertina Sulsel ini. Soal gaji, keuangan manajemen saat ini memang sedang seret. Olehnya itu, semua pihak harus saling memahami. Manajemen dituntut segera melunasi gaji dan bonus pemain. Sementara pemain juga harus sadar, tim membutuhkan kemenangan demi membuka peluang lolos ke Indonesia Super League (ISL) tahun depan. "Sampaikan kepada pemain, saat ini kesempatan terbaik membuktikan bahwa PSM masih seperti dulu. Lawan (Semen Padang) kuat, tapi main di kandang sendiri itu tidak berlaku," ujar Ryan. Saat ini, lanjut Ryan, faktor psikologi menjadi salah satu hambatan. Hal ini berlaku untuk pemain dan suporter. Sejak adanya dualisme liga, berimbas pada pecahnya suporter dan membuat pemain tidak fokus. Tetapi, sekali lagi ingatnya, ini adalah kesempatan untuk kembali bermain di kasta liga tertinggi nasional. "Inilah yang harus dikembalikan. Suporter dan pemain harus bersatu untuk kembali mendapatkan jati dirinya. PSM hanya satu," katanya. Pengamat sepak bola, JD Bosco mengingatkan kepada pemain agar sadar dengan karakter khas tim, keras namun tidak menjurus kasar. Jangan takut kepada lawan. Karena pertandingan digelar di kandang sendiri, jangan biarkan lawan digdaya. "Jangan berikan kesempatan kepada lawan. Ingat, kita bermain di kandang, dan saya yakin suporter akan selalu mendukung tim," ujarnya. Ketua Umum Pengprov PSSI Sulsel, Kadir Halid, mengatakan harus diakui kekompakan tim saat ini masih kurang. Baik antara manajemen, pelatih, dan pemain itu sendiri. Tapi menurutnya, tidak ada salahnya hal tersebut diabaikan sejenak. Meraih kembali kejayaan tim harus menjadi target utama. (yat/aha)

banner
banner