Topic
Tue,21 January 2014 | Dibaca oleh Pengunjung

Relawan Pemilu Tidak Cukup

Untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

MAKASSAR,FAJAR
-- Tugas berat Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah meningkatkan partisipasi pemilih. Pelibatan relawan pemilu dianggap tidak cukup untuk mengemban tugas besar itu.

KPU kabupaten/kota di Sulsel umumnya sudah membentuk relawan demokrasi. Jumlahnya 25 orang per daerah. Mereka sudah dilantik Desember lalu. Namun, belum bertugas saat ini karena terkendala anggaran.

Pengamat politik Unismuh, Arqam Azikin meragukan efektivitas kerja relawan demokrasi. Dengan jumlah terbatas serta waktu yang mepet, tidak banyak yang bisa diharapkan dari relawan ini.

Dia menyarankan agar KPU Sulsel membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam peningkatan partisipasi pemilu ini.

Beberapa lembaga yang bisa diajak kerja sama antara lain organisasi internal maupun eksternal mahasiswa. Misalnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), PMII, HMI, GMKI, dan lainnya.

Organisasi kepemudaan, lanjutnya, juga bisa dilibatkan secara aktif. Misalnya, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, FKPPI, lembaga profesi, organisasi perempuan, LSM, hingga pihak swasta.

"Termasuk melibatkan sekolah-sekolah melalui OSIS. Buat MoU dengan Dinas Pendidikan. Ajak mereka jadi relawan sekaligus sosialisasi," kata Arqam, Senin 20 Januari.

"Kalau hanya andalkan relawan itu, pergerakan sosialisasi tidak cepat, daya jangkau terbatas, dan bisa jadi tidak tepat sasaran," urai Arqam.

Dia juga mengingatkan KPU agar menempuh strategi lain untuk meningkatkan partisipasi pemilih ini. Bagaimanapun, partisipasi pemilih adalah tugas penyelenggara.

Anggota KPU Sulsel, Misna M Attas menargetkan partisipasi pemilih di Sulsel sama seperti target nasional yakni 75 persen. Salah satu upayanya adalah menggencarkan sosialisasi melalui berbagai saluran.

Terpisah, Ketua KPU Pangkep, Marzuki Kadir mengatakan, hingga saat ini, relawan demokrasi belum bergerak. Alasannya, anggaran kegiatan dari KPU RI hingga kemarin belum cair.

Pada Pemilu 2014, KPU Pangkep menargetkan partisipasi pemilih hingga 85 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 239.187 jiwa.

"Kalau dikira-kirakan mungkin sekira 200.000 pemilih nanti. Kami yakin bisa mencapainya karena waktu pilgub lalu partisipasi pemilih mencapai 85 persen," jelas Marzuki, Senin, 20 Januari.

Salah seorang relawan demokrasi Pangkep, Nhany Rachman Khan mengakui belum bertugas secara formal.
Alasannya, belum mendapat tugas dari KPU.

"Tetapi, saya dan yang lain sebenarnya sudah jalan dengan mengajak keluarga untuk aktif memilih nanti," ucapnya.

Sementara KPU Wajo memasang target partisipasi pemilih 75 persen. Pada pemilukada lalu, partisipasi pemilih mencapai 72,02 persen. Ada 223.769 jiwa yang menggunakan hak suara dari 313.068 jiwa yang terdaftar dalam DPT.

Angka tersebut meningkat tiga persen dari partisipasi pemilih pada Pilgub Sulsel 2013 yang hanya 220.691 jiwa atau 69,1 persen. Saat itu, daftar pemilih tetap mencapai 319.332 jiwa.

Ketua KPU Wajo, Andi Nurwana optimistis partisipasi pemilih bisa bergerak di angka 75 persen. Bahkan bisa lebih. Alasannya, kata dia, seluruh caleg aktif menggalang pemilih.

Andi Nurwana menampik bahwa KPU mempercayakan peningkatan partisipasi pemilih sepenuhnya kepada relawan demokrasi. KPU, katanya, tetap terlibat aktif.

"Mereka adalah perpanjangan tangan KPU. Bukan berarti kita lepas begitu saja," katanya.

Nurwana menambahkan, setelah mereka menjalani bimbingan teknis, relawan demokrasi langsung jalan sesuai segmen masing-masing.

Relawan demokrasi ini bekerja mulai Januari hingga April 2014. Setiap bulan, mereka mendapatkan honorarium Rp400 ribu. "Kalau mau melihat honorariumnya mestinya besar. Tetapi, ini ditentukan pusat. Anggarannya memang seperti itu," tandasnya. (nur-syl-lin/sap)

banner