Topic
Fri,14 June 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

KPU Periksa Tahapan Seleksi

MAKASSAR, FAJAR -- KPU Sulsel menegaskan akan memeriksa kembali tahapan seleksi calon anggota KPU di Selayar dan Takalar. Jika ditemukan keliru, maka tahapan kemungkinan akan diulang.

Proses perekrutan komisioner KPU di Takalar dan Selayar diduga sarat masalah. Di Takalar, ada calon yang tidak lulus tes psikologi, tetapi tetap masuk 10 besar. Ada juga yang ditemukan terdaftar sebagai pengurus partai politik.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief mengatakan, sesuai hasil konsultasi ke KPU RI, pihaknya akan memperbaiki tahapan-tahapan yang diduga bermasalah tersebut.

"Terutama dalam tahapan dari 20 besar ke 10 besar. Itu juga yang banyak dikomplain masyarakat," kata Iqbal, Kamis, 13 Juni.

Menurutnya, langkah untuk mengevaluasi tahapan itu diputuskan berdasarkan petunjuk KPU pusat. Dalam peraturan KPU tentang seleksi juga telah diatur bahwa jika ada tahapan yang bermasalah, maka harus diperbaiki.

"Apalagi sudah ada surat KPU (periode) lama yang menganulir hasil seleksi calon anggota KPU Selayar," katanya.
Rencananya, pekan depan evaluasi terhadap tahapan mulai dilakukan. Saat ini para komisioner berkonsentrasi menyelesaikan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota KPU kabupaten lainnya.

Sebelumnya, Jaringan Penyelenggara Pemilu (JPP) se-Kabupaten Kepulauan Selayar memprotes hasil seleksi calon komisioner KPU setempat. Mereka bahkan meminta wawancara ulang terhadap peserta yang masuk 19 besar.

"Kami minta KPU Sulsel yang baru untuk menindaklanjuti pengulangan seleksi wawancara 19 calon anggota KPU Kepulauan Selayar.

Pengulangan ini merupakan keputusan lembaga yang bersifat tetap," kata Koordinator JPP Botomatene, Subhan Nur, Minggu, 2 Juni.

Jika tidak dilakukan wawancara ulang, JPP mengancam akan mengadukan KPU Sulsel ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Menurut mereka, itu bisa masuk bagian dari pelanggaran kode etik. (*)

banner