Topic
Sun,02 June 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

1.020 Politikus Menanti Penetapan DCT

TIDAK kurang 1.020 politikus saat ini menanti kepastian. Mereka ini merupakan calon legislatif (caleg) yang akan berebut 85 kursi di DPRD Sulsel, pada pimilu legislatif 2014.

Sebelum benar-benar berjuang untuk merebut masing-masing satu kursi, politikus ini masih ada yang dihantui kecemasan. Bisa tidaknya mereka lolos dan ditetapkan daftar caleg tetap (DCT) oleh KPU. Karena dalam perjalanan pencalegan oleh parpol ini, daftar caleg sementara (DCS) yang disetor masing-masing parpol masih sangat berpeluang digugurkan karena dianggap tidak bersyarat.

Bahkan, jauh sebelum KPU menetapkan seribuan politikus itu masuk DCT, daftar caleg tersebut terlebih dahulu akan diumumkan kepada khalayak ramai guna memastikan kelayakan setiap caleg tersebut. Caleg yang banyak dipersoalkan masyarakat juga memungkinkan dicoret oleh KPU dengan pertimbangan tertentu, atau aduan masyarakat yang bersifat negatif itu terbukti benar.

Seribuan caleg sementara ini juga memungkinkan dicoret oleh KPU karena alasan lain seperti caleg tersebut meninggal dunia, mengundurkan diri, dan berkasnya tidak memenuhi syarat. "Selain karena alasan itu, tidak ada alasan KPU melakukan pencoretan," kata Koordinator Tim Verifikasi Calon Legislatif dan Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) KPU Sulsel, Asrar Marlang.

Saat ini, KPU Sulsel tengah melakukan penyusunan DCS dari 12 partai politik yang ada. Sesuai tahapan, pengumuman DCS oleh KPU akan berlangsung mulai 13-17 Juni mendatang.

Di tengah proses penyusunan DCS oleh KPU Sulsel ini, caleg bahkan partai politik sudah tidak sabar menunggu informasi dari KPU terkait perkembangan berkas calegnya. Sekretaris DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulsel, Arum Spink menyatakan kendati partainya sudah melengkapi berkas seluruh calegnya, partainya tetap sangat berharap ada informasi terbaru dari KPU.

"NasDem pada dasarnya sudah melengkapi berkas semua caleg kita seperti yang dipersyaratkan oleh KPU. Meski, hingga hari ini, kami belum mengetahui persis apakah berkas caleg kita sudah memenuhi syarat atau tidak. Kami sementara menunggu kabar dari KPU," kata Arum Spink.

Namun terhadap caleg, mantan Ketua KPU Sulsel  ini menyatakan DCS yang sudah diajukan ke KPU Sulsel sudah bersifat final. NasDem tidak akan ada lagi niat untuk melakukan pergantian nama caleg yang ada saat ini. "Kecuali oleh KPU menganggap ada yang tidak memenuhi syarat, maka kita akan melakukan langkah-langkah pemenuhan atau mengganti dengan caleg lain," jelas Pipink, sapaan akrab Arum Spink.

Ketua Tim Penjaringan Caleg DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah mengaku partai tidak lagi memiliki kewenangan untuk mencoret calegnya dari DCS setelah berkasnya dinyatakan lengkap oleh KPU. "Kecuali kalau setelah proses verifikasi dilakukan KPU ternyata ada caleg kita dianggap tidak memenuhi syarat, kita pasti melakukan pergantian," kata Ni'matullah.

Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel ini menjamin 85 daftar caleg sementara yang telah disetor Demokrat ke KPU Sulsel beberapa waktu lalu bisa memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh KPU. "Karena kita juga sudah melakukan perbaikan atas kekurangan yang masih ada. Jadi setelah proses perbaikan ini, saya kira sudah tidak ada lagi kekurangan berkas caleg kita," tandas Ni'matullah.

Ketua Tim Penjaringan Caleg DPW PPP Sulsel, Andi Mariattang juga menyatakan berkas 85 calegnya sejauh ini belum ada yang bermasalah. "Sementara ini tidak ada laporan dari kader kita yang ditugaskan berhubungan dengan KPU Sulsel. Biasanya kalau ada kekurangan berkas caleg kita, selalu disampaikan ke saya," kata caleg senayan ini.

Pada masa perbaikan lalu, Mariattang mengakui kalau ada beberapa caleg PPP yang belum sepenuhnya melengkapi berkas pencalegannya, salah satunya tidak melampirkan bukti sehat kerohanian atau tidak melakukan tes kesehatan jiwa. "Tapi kita sudah melakukan perbaikan secara keseluruhan, jadi sampai saat ini belum ada lagi kekurangan berkas caleg dari PPP. Jadi saya yakin 100 persen DCS kita bisa ditetapkan DCT," papar Mariattang. (*/sah)

banner