Topic
Sat,28 September 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Konvensi Putuskan Unas Jalan Terus

JAKARTA, FAJAR -- Desakan publik agar Ujian Nasional (Unas) dibubarkan tak digubris. Konvensi Unas yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 26-27 September memutuskan bahwa Unas jalan terus.

"Seluruh peserta konvensi sudah memiliki pemahaman sama tentang manfaat Unas. Kecuali yang Walk Out (WO) kemarin yah," kata Wamendikbud Bidang Pendidikan, Musliar Kasim usai menutup Konvensi Unas, Jumat 27 September.

Selama ini, lanjut Musliar, orang banyak berpikir bahwa Unas tidak ada manfaatnya. Ada yang mengatakan merampas hak guru dan membuat anak jadi stres.

"Tapi setelah pleno konvensi kemarin, terjadi diskusi cukup lama, sampai akhirnya menyadari bahwa keberadaan Unas penting sekali," ungkapnya.

Musliar juga mengatakan, kalau tidak ada Unas, maka akan kesulitan untuk mengukur apakah anak itu sudah sesuai kompetensinya atau belum. Bahkan, dinamika dalam konvensi akhirnya memutuskan kalau Unas tahun depan komposisi penilaian akan terdiri atas 60 persen hasil Unas dan 40 persen Ujian Akhir Sekolah (UAS).

"Ke depannya, komposisi itu akan terus meningkat. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya penilaiannya adalah 100 persen Unas dan 100 persen UAS. Jadi tidak lagi digabung seperti sebelum-sebelumnya," papar Musliar tentang kemungkinan Unas dan UAS akan menjadi 2 komponen kelulusan yang terpisah nantinya.

Dia menyakinkan, rencana itu betul-betul rumusan yang dibuat peserta. "Tahun ini 60:40, tahun depan 70:30, tahun berikutnya 80:20. Nanti kalau betul dilaksanakan, akan jadi langkah luar biasa," terangnya.

Musliar juga menjelaskan, bahwa di negara manapun, kompetensi itu diukur 3 hal. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Unas ada untuk mengukur kompetensi pengetahuan siswa. "Jadi tidak ada masalah kalau sekarang dengan dimulainya kurikulum 2013, tidak mengganggu substansi Unas," jelasnya lagi. (indopos)

banner