Topic
Tue,02 July 2013 | Dibaca oleh Pengunjung

Rekaman Video Ungkap Aksi Pemerkosaan

POLEWALI, FAJAR -- Rekaman video mengungkap kejahatan perkosaan yang dilakukan empat pemuda terhadap seorang gadis belia, sekitar sebulan lalu.

Rekaman video pemerkosaan terhadap Bunga (16), nama samaran sudah beredar di masyarakat Polman selama sebulan ini, sebelum akhirnya polisi menangkap sebagian besar pelaku. Rekaman itu sendiri dilakukan oleh salah satu pelaku saat korban sudah tidak sadarkan diri, setelah dipaksa menenggak minuman keras. Dari rekaman itulah, seluruh pelaku dikenali.

Informasi yang dihimpun Fajar di Kantor Polsek Tinambung, Senin 1 Juli, menyebutkan, Bunga sebelumnya diajak jalan-jalan oleh salah seorang pelaku, usai mendaftar di salah satu SMA. Pelaku yang dikenal korban ini kemudian singgah di salah satu rumah di Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar.

Di rumah tersebut, telah ada kawan-kawan pelaku berjumlah empat orang. Mereka kemudian memaksa Bunga minum miras sampai pingsan. Setelah tak sadarkan diri, para pelaku memperkosa Bunga secara bergiliran. Bahkan, ada tersangka yang melampiaskan nafsunya lebih dari satu kali. Setelah itu, korban diantar ke rumah temannya seolah tidak terjadi sesuatu.

Polisi telah berhasil menangkap tiga dari lima pelaku. Tiga di antaranya masih remaja yakni ML (15), RH (17), dan ABD (17). Ketiga remaja tersebut merupakan warga Pambusuang dan Karama. Dua pelaku lainnya, Mail (22) dan Dinar (25), masih dalam pencarian aparat kepolisian.

Karena aksinya terekam, ketiga pelaku itu tidak bisa berkutik dan mengakui perbuatannya. "Saya ikut melakukan, teman yang merencanakan semuanya," ujar salah seorang tersangka di Polsek Tinambung, Senin 1 Juli.

Kapolsek Tinambung, AKP Takdir Daud mengatakan, polisi bergerak setelah korban melaporkan rekaman video tersebut beredar dan menjadi pembicaraan masyarakat. Menurut Takdir, dua pelaku yang kini dalam pencarian diyakini sebagai otak dari kejahatan itu.

"Duanya masih diduga melarikan diri ke daerah Mamuju," ujarnya.

Dalam pemeriksaan polisi, korban mengaku tidak sadar setelah dipaksa menenggak miras. "Saat itu saya tidak ingat apa-apa, sebelumnya saya dipaksa minum. Mereka memaksa saya minum karena katanya untuk menghargai pertemanan," tuturnya sedih.

Kapolsek Tinambung, menyebut para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 286 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara serta pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (dni/aha)

banner