Untitled Document
Bola Lain
Senin, 21-12-09 | 22:45 | 9 View
Puncak Dunia
1 ESTUDIANTES v BARCELONA 2 (Final)


Int
ABU DHABI -- "Enam gelar dalam satu musim tak ada bandingnya. Setelah ini kami punya tanggung jawab besar. Bekerja keras agar Barcelona tetap di jajaran elite." Inilah secuil komentar pelatih Barcelona, Pep Guardiola usai menuntaskan misi di Piala Dunia Antar Klub, Minggu, 20 Desember dini hari Wita.

Kemenangan 2-1 atas wakil Argentina, Estudiantes de La Plata dalam partai yang digelar di Sheikh Zayed Stadium, Abu Dhabi, membuat El Barca kini berada di puncak dunia. Tak ada lagi tantangan yang harus mereka buktikan. Enam gelar adalah batas maksimal pencapaian sebuah klub dalam satu musim.

Sebelumnya, raksasa Catalan tersebut telah mengoleksi gelar Liga Primera, Liga Champions, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Piala Super Eropa.Gol balasan Pedro Rodriguez pada menit ke-89 mampu "menganulir" kemenangan Estudiantes.

Unggul sejak menit ke-37 lewat tandukan Mauro Boselli, kemenangan sudah di depan mata juara Copa Libertadores tersebut. Di masa perpanjangan waktu, gol Lionel Messi pada menit ke-110 memastikan raihan sempurna Barcelona di tahun 2009 ini.

"Alasan saya bergabung dengan Barcelona adalah untuk menjadi juara. Saya berharap masih ada trofi lain di tahun 2010," tutur Zlatan Ibrahimovic, striker yang menjadi pembelian termahal Barcelona musim ini dari Inter Milan.

Barcelona layak dinobatkan sebagai klub terbaik dunia. Sepanjang sejarah, belum ada klub yang berhasil mengoleksi enam gelar dalam satu musim. Yang terdekat adalah raksasa Inggris, Manchester United.
Pada 1998/1999 lalu, Setan Merah, julukan United, mencapai musim terbaiknya.

Lima gelar mereka koleksi di ajang Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Intercontinental, dan Piala Liga. Upaya meraih gelar keenam di ajang Charity Shield digagalkan Arsenal dengan skor 0-3.
Untuk empat gelar dalam satu musim, ada tiga tim yang pernah melakukannya. Glasgow Celtic pada musim 1966/1967, Ajax Amsterdam (1971/1972), dan PSV Eindhoven (1987/1988).

Tetap Bangga

Di kubu Estudiantes, kegagalan ini memperpanjang rekor tak pernah juara wakil Argentina tersebut di level dunia sejak 1968. Perlawanan Juan Sebastian Veron dkk hanya cukup memaksa Barcelona bermain hingga perpanjangan waktu. Setelah gol Boseli, tak ada lagi kans menambah keunggulan. Ambisi menuntaskan pertandingan lewat adu penalti berhasil digagalkan Messi di babak kedua perpanjangan waktu.

"Kami sudah begitu dekat dengan mimpi kami. Gol balasan mereka sangat menyakitkan karena tercipta satu menit jelang bubar. Tapi, sejak awal kami sadar. Menghadapi tim sekelas Barcelona, kekalahan adalah hasil yang paling memungkinkan," ungkap pelatih Alejandro Sabella.

Meski gagal, Sabella tetap bangga pada perjuangan anak asuhnya. "Pemain kami telah mengeluarkan segalanya. Tahun ini, Barca telah menyingkirkan satu demi satu rivalnya. Mereka yang terbaik saat ini," tandasnya. (ilo)

Share |