BERITA POPULER : Regional
|
Regional
Senin, 14-12-09 | 18:17 | 11 View
Diduga Overdosis, Warga Maros Tewas di Gowa MAKASSAR -- Warga Kampung Dampang, Lingkungan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat lelaki yang terapung di atas Sungai Je'neberang, Sabtu petang, 12 Desember. Saat ditemukan korban dalam posisi telungkup di tengah sungai tersebut.
Mayat itu pertama kali ditemukan Kepala Lingkungan Pangkabinanga, Daeng Lallo. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penemuan ini tidak terlepas atas laporan warga yang mengaku mencium aroma tak sedap di sekitar terusan Sungai Je'neberang.
Saat dilakukan pencarian, Daeng Lallo menemukan sesuatu yang mencurigakan mirip sesosok manusia terapung di tengah sungai. Beberapa warga yang turut melakukan pencarian berusaha menarik benda tersebut. Saat ditemukan, mayat itu dibungkus dengan baju kaos biru dan celana jins warna biru. Diduga sudah dua hari korban tenggelam di sungai itu.
Atas temuan itu, warga pun melapor ke Mapolresta Gowa untuk kepentingan penyelidikan. Polisi yang mendatangi lokasi kejadian langsung mengevakuasi jenazah dan merujuknya ke RS Polri Bhayangkara Makassar.
Hasil pemeriksaan, korban diketahui bernama Safri, 23. Hal itu diketahui setelah Dokter Forensik RS Bhayangkara, AKP Dr Mauluddin menggeledah seluruh kantong pakaian korban. Alumnus Ilmu Forensik Universitas Hasanuddin itu menemukan petunjuk berupa obat milik korban. Diduga, korban tewas setelah meminum berlebihan (overdosis) obat penenang.
"Kebetulan obat itu masih ada label yang menunjukkan nama RS Syekh Yusuf. Dari situlah identitas korban mulai terkuak," jelas Mauluddin di RS Bhayangkara, Minggu, 13 Desember. Penanggung Jawab Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara itu mengatakan, atas temuan obat itu pihaknya langsung melakukan konfrontasi dengan pihak rumah sakit.
Hasilnya, diketahui jika 8 Desember lalu seorang warga Cambayya, Maros bernama Safri mendatangi rumah sakit bagian kejiwaan untuk menjalani pemeriksaan. Obat yang ditemukan itu adalah Amitriptyline. Obat ini termasuk jenis obat anti cemas atau penenang. Mauluddin mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab tewasnya korban.
"Namun kita tidak tahu persis apakah korban meninggal karena pengaruh obat penenang atau murni karena tenggelam," imbuh Mauluddin. Pihak RS sulit mengidentifikasi adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban lantaran kondisi tubuh yang sudah mulai hancur. Hingga sore kemarin, jenazah tersebut masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara.
Belum ada pihak keluarga yang datang dan mengaku kehilangan anggota keluarganya. Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agus Salim, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab tewasnya Safri. (rah-rhd)
|
|
|
|
|
|
|
|